Syafi'i memang dikaruniai kecerdasan istimewa, kemampuan nalar dan gaya bahasa yang luar biasa. Pada usia 20 tahun ia sudah hafal kitab "al-Muwaththa" karya monumental Imam Malik. Imam Malik mengagumi kehebatan Syafi'i sembari berkata; "Wahai Muhammad (Syafi'i), sesungguhnya Allah telah memancarkan cahaya ke hatimu, maka jangan engkau sia-siakan cahaya itu dengan berbuat maksiat. Esok akan banā¦
Buku ini tidak memberi teori tinggi. Sesuai dengan judulnya, ia berteori sederhana dan praktis. Ia mempertanyakan dan sekaligus memberi jalan keluar tentang kondisi umat Islam. Kondisi yang diakibatkan oleh faktor-faktor intern maupun ekstern.