Perkembangan Battery Management System (BMS) pada industri penyimpanan energi baterai Lithium Ferro Phosphate (LFP) masih terfragmentasi ke dalam berbagai protokol komunikasi proprietary, seperti Recommended Standard 485 (RS-485), Universal Asynchronous Receiver-Transmitter (UART), dan Controller Area Network (CAN), sehingga menyulitkan pemantauan terpadu ketika beberapa merek BMS digunakan dal…
Komponen blade pada mesin shotblast rentan terhadap kerusakan akibat kombinasi mekanisme abrasi dan erosi selama operasi pelemparan steel shot. Material eksisting Ni-Hard 4 (ASTM A532 Class I Type D) di Unit Pengecoran Logam Polman Bandung dinilai belum optimal karena sering mengalami kegagalan prematur akibat keterbatasan persentase Carbide Volume Fraction (CVF) yang kurang padat untuk melindu…
Perkembangan teknologi kendaraan listrik saat ini sangat berfokus pada optimasi bobot kendaraan (lightweighting), salah satunya melalui aplikasi pelat tipis SPCC pada panel pintu samping mobil listrik Polman Bandung. Namun, penggunaan pelat tipis pada bentang penampang bodi yang luas rentan mengalami defleksi mekanis serta getaran berlebih (wobble). Penelitian ini bertujuan untuk pengembangan p…
Peningkatan penggunaan Lithium-Ion Batteries (LIBs) untuk perangkat elektronik, kendaraan listrik dan sistem penyimpanan energi secara linier meningkatkan limbah baterai yang didalamnya mengandung logam berharga litium, nikel, mangan dan kobalt. Proses daur ulang LIBs umumnya menggunakan metode hidrometalurgi dikarenakan memiliki efisiensi recovery yang tinggi, namun masih menggunakan asam anor…
Meningkatnya penggunaan plastik sintetis pada peralatan medis sekali pakai, seperti intravenous tube, menghasilkan limbah yang sulit terurai sehingga diperlukan material alternatif yang lebih ramah lingkungan, salah satunya biodegradable plastik berbahan pati biji jagung dan pati kulit pisang. Namun, material tersebut masih memiliki kelemahan pada sifat mekanik, degradasi dan fisikokimia. Penel…
I.Klasifikasi Bahan Logam II. Tungku Peleburan rucible III. Peralatan Peleburan NonFerro IV. PersiPn SDM V. Keselamatan dan Kesehatan Kerja VI. Bahan Baku logam BukanBesi VII. Proses peleburan Alumunium
Fixture Base merupakan salah satu komponen penting dalam sistem fixture yang berfungsi sebagai penopang dan penentu posisi benda kerja selama proses permesinan. Kualitas Fixture Base sangat dipengaruhi oleh proses pengecoran, sehingga diperlukan perancangan dan pembuatan pola yang baik agar produk cor yang dihasilkan sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan. Proyek akhir ini bertujuan untuk me…
Fixture Base merupakan komponen utama dalam sistem fixture yang berfungsi sebagai struktur penopang pada proses machining. Komponen ini harus memiliki kekakuan yang tinggi, stabilitas dimensi yang baik, serta kemampuan meredam getaran yang optimal selama proses permesinan berlangsung. Material besi cor kelabu FC 250 sesuai standar JIS G5501 dipilih sebagai material Fixture Base karena memiliki …
Fixture base merupakan komponen penopang yang berfungsi sebagai pencekam dinamo agar posisinya tetap stabil dan tidak mengalami getaran berlebih selama dinamo beroperasi. Material yang digunakan dalam pembuatan fixture base ini adalah besi cor kelabu dengan standar spesifikasi FC250 sesuai JIS G5501, yang dipilih karena kemampuannya meredam getaran dan tingkat keausan yang rendah. Proses pembua…