Printed
TEMPO edisi 4214. Bercermin pada Yap Thiam Hien
Dia Keras, tak kenal kompromi, dan jujur. Lahir sebagai keturunan cina, ia menolak mengganti namanya menjadi "Indonesia". Dia tetap memilih sebagai "Yap Thiam Hien". Hidupnya diabdikan untuk membela mereka yang hak-haknya dirampas, Dia berpidato di Konstituante, menolak gagasan presiden Soekarno kembali ke Undang-Undang Dasar 1945 karena undang-Undang itu sangat sedikit memuat pasal tentang hak asasi manusia- hal yang kemudian diperbaiki Majelis Permusyawaratan Rakyat hampir 50 tahun kemudian
Tidak tersedia versi lain