Printed
CHIP edisi 06/2014. Trendi dan Ekonomis
Pembaca yang terhormat,
Awal Juni ini semua mata pemerhati TI akan mengarah ke Taiwan. Pasalnya pameran akbar Computex yang dilangsungkan setahun sekali kembali digelar. Berbagai teknologi terbaru bisa kita lihat di sini, mulai dari prototipe hingga perangkat kecil dan aksesori komputer. Booth dikemas dengan menarik lengkap dengan produk demo yang bisa bikin mata para penikmat teknologi sulit terpejam. Apalagi bila produk-produk tersebut masih berbentuk prototipe yang membuat kita dihadapkan pada teknologi masa depan.
Nun jauh di Selatan Taiwan sana, tepatnya di Jakarta, Ibukota Indonesia, ajang Festival Komputer Indonesia digelar. Ramai seperti Computex, itu sudah pasti. Hanya saja skalanya relatif kecil. Wajar saja, ajang ini masih bertaraf nasional bukan dunia seperti halnya Computex. Ajang tahunan ini selalu ditunggu, hanya saja bukan oleh pemerhati TI tapi oleh masyarakat yang ingin belanja perangkat, semisal smartphone, notebook, pc desktop dan sebagainya. Di "pameran" ini orang saling berburu produk karena tawaran diskon yang menarik. Jangan bilang prototipe atau informasi tentang produk-produk masa depan ada di ajang ini. Karena ajang ini memang bukan tempatnya.
Mungkin sudah saatnya kita berkaca pada ajang seperti Computex atau pameran akbar TI lainnya, yang lebih menitikberatkan pada pengenalan produk-produk terkini atau inovasi terbaru baik dalam maupun luar negeri. Jika melihat ke dalam negeri, kita bisa melihat bahwa tak sedikit anak bangsa yang sudah berinovasi dalam dunia teknologi informasi. Kenapa tidak kita pamerkan saja hasil karya mereka dalam sebuah ajang tahunan yang dikemas secara menarik. Sayang rasanya jika kita tidak memamerkan inovasi mereka kepada khalayak ramai. Mungkin cara semacam ini bisa semakin menumbuhkan kepercayaan diri pada generasi berikutnya untuk terus berinovasi, sehingga akhirnya suatu saat kita bisa berbangga bahwa bangsa kita adalah bangsa yang produktif bukan lagi konsumtif.
Silakan kirim pertanyaan, pendapat, masukan, atau kritikan seputar edisi ini ke e-mail: andre.mantiri@chip.co.id. Selamat membaca dan terus berkarya.
Tidak tersedia versi lain