Printed
Analisa Pengaruh Jarak Rotor dan Baffle Plate Terhadap Berat Jenis Aluminium A356.2 pada Mesin Rotary Degassing
Paduan logam aluminium A356.2 merupakan material yang sering digunakan untuk produksi velg kendaraan bermotor karena memiliki sifat mekanik yang baik, ringan, dan tahan korosi. Sebagai komponen paling krusial pada kendaraan, velg harus memiliki kualitas tinggi untuk menjamin keselamatan dan performa. Proses produksi velg aluminium umumnya menggunakan metode Low Pressure Die Casting (LPDC), yang memungkinkan pembuatan produk dengan kerapatan massa jenis yang lebih tinggi dibandingkan metode high pressure die casting maupun sand casting. Salah satu tantangan utama dalam proses produksinya adalah meminimalkan microporosity. microporosity yang disebabkan oleh kandungan gas hidrogen yang terperangkap dalam cairan logam dapat menurunkan berat jenis, kekuatan mekanik, dan ketahanan material terhadap beban dinamis. Untuk mengatasi masalah microporosity, proses degassing diperlukan untuk mengurangi kandungan hidrogen yang terlarut dalam cairan logam. Beberapa metode degassing yang umum digunakan seperti tablet degasser, natural degassing dan rotary degassing. rotary degassing dilakukan dengan menginjeksikan gas inert seperti argon atau nitrogen kedalam logam cair dan akan menciptakan gelembung kecil yang akan mengikat gas hidrogen untuk naik ke permukaan cairan. Metode ini dianggap paling efektif karena dapat secara signifikan menurunkan kandungan hidrogen dalam waktu singkat untuk menghasilkan logam cair dengan kualitas lebih baik dan tidak berbahaya bagi lingkungan. Dengan mengoptimalkan proses degassing, logam cair yang dihasilkan akan memiliki berat jenis mendekati nilai teoritisnya.
Kata kunci/Keywords : Rotary degassing, Aluminium A356.2, Rotor, Baffle Plate,
Tidak tersedia versi lain