Printed
Analisa Pengendalian Kualitas Produk Differential Case Menurunkan Defect Cost Di Perusahaan Manufaktur (Studi Kasus Manufaktur PT A)
Proses produksi di casting line 4 PT. A menghadapi kendala kualitas akibat tingginya tingkat reject pada produk differential case yang memiliki volume produksi tertinggi. Tingkat reject produk tercacat turun dari 9% (Oktober 2022-januari 2023) menjadi 5,4% (Februari Agustus 2024), dengan cacat berupa pinhole (2,19%), shrinkage (1,71%), dan inclusion (1,51%). Meskipun terjadi penurunan reject, peluang peningkatan kualitas masih dapat dioptimalkan. Analisis dilakukan menggunakan metode Statistical Quality Control (SQC) untuk memantau kualitas proses produksi dan Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) untuk mengidentifikasi risiko cacat dan menentukan prioritas perbaikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif melalui observasi, dokumentasi perusahaan, dan wawancara. Simulasi Monte Carlo digunakan untuk menilai efektivitas perbaikan cacat pinhole dan slag inclusion dengan skenario keberhasilan sebesar 25-100%. Hasil simulasi menunjukkan penurunan total reject dari 5,4% menjadi 1,7% serta penurunan defect cost dari Rp 125.684.875,00 menjadi Rp 37.363.806,37, atau setara dengan efisiensi sebesar 70,26%. Metode oven mulai menunjukkan kelayakan finansial pada tingkat penghematan 70-100%, dengan NPV dan ROI positif, rasio B/C > 1, serta payback period 8 bulan. Secara teknis, oven unggul dalam menjaga kestabilan suhu dan konsistensi pengeringan. Dengan mempertimbangkan aspek teknis dan ekonomis, metode oven direkomendasikan sebagai alternatif pengeringan core yang layak diterapkan, karena mampu memberikan efisiensi biaya yang signifikan serta manfaat ekonomi jangka panjang.
Tidak tersedia versi lain