Printed
Analisis Pemilihan Material Untuk Rangka Cetak Beton Pracetak Pada Konstruksi Drainase Pencegah Banjir Mengunakan Metode Simulasi Berbasis Solidworks
Indonesia merupakan negara dengan risiko tinggi terhadap bencana banjir. Salah satu bentuk mitigasi yang dilakukan adalah pembangunan saluran drainase menggunakan beton pracetak. Keberhasilan pengecoran sangat dipengaruhi oleh kualitas rangka cetak, termasuk pemilihan material. Penelitian ini bertujuan menentukan material rangka cetak beton pracetak yang paling optimal berdasarkan analisis tegangan maksimum, deformasi, faktor keamanan (FoS), dan efisiensi biaya. Tiga material dibandingkan, yaitu ASTM A36, ASTM A572, dan AISI 1045, melalui simulasi metode elemen hingga (FEA) menggunakan SolidWorks. Estimasi biaya dihitung dari berat material hasil pemodelan dengan volume 0,1725 m³ dan massa jenis baja 7850 kg/m³. Hasil simulasi menunjukkan bahwa ASTM A572 menghasilkan tegangan maksimum 234,52 MPa, deformasi 3,68 mm, dan FoS tertinggi 1,32. Dari segi biaya, ASTM A572 memiliki estimasi sebesar Rp 17.894.008, dibandingkan AISI 1045 sebesar Rp 12.973.156 dan ASTM A36 sebesar Rp 10.289.987. Secara teknis, ASTM A572 menunjukkan performa terbaik dengan kekakuan tinggi, deformasi rendah, dan kekuatan struktural yang baik. Meskipun memiliki biaya tertinggi, keunggulan teknis tersebut menjadikannya material paling efisien secara struktural. Oleh karena itu, ASTM A572 direkomendasikan sebagai material optimal untuk rangka cetak pracetak karena mampu memberikan keseimbangan antara kekuatan, kestabilan bentuk, dan efisiensi jangka panjang.
Tidak tersedia versi lain