Printed
Studi Kajian Proses Pembuatan Weatherstrip Outer Tanpa Insert Tembaga di Pt. Ingress Malindo Ventures
Weatherstrip adalah karet yang berfungsi sebagai pencegah air dan debu masuk melalui celah antara kaca mobil dan frame pintu mobil. Sekaligus menghaluskan dan meluruskan gerakan naik dan turun kaca mobil. Proses produksi weahterstrip outer memerlukan tingkat presisi tinggi agar produk dapat memenuhi standar kualitas dan kinerja optimal. Pada produk weatherstrip yang telah beredar terdapat material logam sebagai core atau insert pada bagian run chanel, dan akan dibalut oleh material PVC. Saat ini, weatherstrip outer menggunakan kawat tembaga sebagai insert penahan bentuk setelah proses bending. Namun, harga tembaga yang tinggi mendorong perlunya pencarian material alternatif. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan material pengganti kawat tembaga yang memiliki performa serupa dalam menahan efek springback tanpa pengubahan proses manufaktur. Melalui pendekatan material selection menggunakan Ashby chart berbasis indeks material MI == dan uji bending sesuai standar ISO 7438, dipilih material E E σ aluminium alloy sebagai material yang paling sesuai. Selain memiliki nilai indeks material yang mendekati optimal, aluminium juga lebih ekonomis. Hasil percobaan menunjukkan bahwa spesimen aluminium dengan dimensi penampang 3x1 mm dan panjang 150 mm menghasilkan sudut rata-rata 155,7°, yang masih berada dalam batas toleransi (153° +3°-2°). Dengan demikian, aluminium alloy terbukti layak menggantikan kawat tembaga sebagai insert pada weatherstrip outer.
Tidak tersedia versi lain