Printed
Rancang Bangun Floating Trash Trapper Untuk Sungai Impact Zone di Kota Bandung
Permasalahan sampah di sungai impact zone Kota Bandung, khususnya Sungai Citepus, Cikakak, dan Ciroyom, mencapai 800-1000 kg per 24 jam. Floating trash trapper yang digunakan River Cleanup Indonesia (RCI) sebelumnya hanya mampu menangkap 56% sampah karena bobot per segmen terlalu berat (24 kg), celah antar segmen terlalu lebar (18,7 cm), dan ketenggelaman segmen terlalu dalam (11 cm), sehingga efektivitasnya rendah. Penelitian ini bertujuan merancang ulang floating trash trapper menggunakan metode VDI 2222 agar lebih optimal dan sesuai dengan kondisi sungai impact zone. Tahapan penelitian meliputi identifikasi kebutuhan, penentuan parameter desain, perancangan menggunakan Solidworks, perhitungan meliputi analisis kemampuan pengapungan, stabilitas pengapungan, kekuatan rangka, kekuatan sambungan, proses manufaktur, dan pengujian. Parameter utama yang diuji mencakup bobot per segmen, celah antar segmen, tingkat ketenggelaman, dan persentase penangkapan sampah. Pengujian dilakukan pada dua kondisi ketinggian air, yaitu 30 cm dan 55 cm, dengan sampah plastik berukuran ≥700 mm². Validasi hasil pengujian menggunakan standar ISO 5725-2:1994 untuk memastikan keakuratan dan reliabilitas data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa floating trash trapper yang dirancang memiliki bobot rata-rata 8,97 kg per segmen, celah antar segmen 125 mm, dan tingkat ketenggelaman 40 mm, jauh lebih baik dibandingkan alat sebelumnya. Persentase penangkapan sampah meningkat menjadi 74,88% pada ketinggian air 30 cm dan 93.6% pada ketinggian 55 cm, sehingga desain ini berhasil menjawab kendala pada alat sebelumnya dan dinilai lebih efektif serta layak diterapkan di sungai impact zone.
Tidak tersedia versi lain