Printed
Penjadwalan Produksi Flow Shop dengan Metode Campbell Dudek and Smith (CDS) di PT. Artima Industri Indonesia
Industri manufaktur terus berkembang seiring dengan meningkatnya permintaan konsumen terhadap produk hasil proses manufaktur. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, perusahaan dituntut mampu melakukan produksi secara optimal dan efisien. Salah satu aspek penting dalam proses produksi adalah penjadwalan produksi yang bertujuan untuk menyelesaikan pesanan tepat waktu. Penjadwalan yang kurang tepat dapat meningkatkan makespan, yaitu total waktu penyelesaian pekerjaan, yang berdampak pada efisiensi produksi dan potensi keterlambatan pengiriman kepada pelanggan. PT. Artima Industri Indonesia adalah perusahaan manufaktur di bidang otomotif yang menggunakan sistem make to order dengan metode first come first served dalam memenuhi permintaan pelanggan. Namun, pendekatan ini sering kali menghasilkan makespan yang tinggi, mengurangi efisiensi waktu produksi, dan menghambat penyelesaian pesanan lainnya. Untuk mengatasi permasalahan ini, penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan penjadwalan produksi dengan menggunakan metode Campbell Dudek and Smith (CDS). Hasil dari penelitian yang dilakukan menghasilkan dua iterasi pada desember 2023 dan desember 2024. Pada iterasi pertama yang menghasilkan nilai makespan paling minimum yaitu pada desember 2023 sebesar 10.676 menit dan pada desember 2024 sebesar 13.307,5 menit, dengan urutan produk yang diproduksi adalah BC 415-SB 9J2-BC K97-BC 030-BC 375. Dengan metode Campbell Dudek and Smith untuk penyusunan jadwal produksi dapat menghasilkan efisiensi pada tahun 2023 sebesar 3,94% dan tahun 2024 menghasilkan efisiensi sebesar 4,01%. Efisiensi yang terjadi perusahaan dapat melakukan penghematan waktu proses produksi.
Tidak tersedia versi lain