Printed
Trouble Repair Mesin Lifter Hidrolik 2 Ton Di Jurusan Teknik Manufaktur
Mesin lifter hidrolik merupakan salah satu alat penting yang digunakan dalam industri manufaktur untuk mengangkat dan memindahkan beban berat. Di Politeknik Manufaktur Bandung Jurusan Teknik Manufaktur memiliki mesin lifter hidrolik yang mampu mengangkat beban 2 ton. Mesin lifter hidrolik digunakan untuk memindahkan benda atau alat berat. Berdasarkan hasil observasi menunjukan bahwa mesin lifter hidrolik tersebut mengalami failure pada silinder mesin lifter hidrolik. Failure tersebut disebabkan oleh kerusakan seal. Akibatnya, mesin lifter hidrolik mengalami perbedaan ketinggian silinder utama sebesar 100 mm dan mengalami kemiringan base landasan sebesar 2,86°. Maintenance merupakan proses perawatan dan juga perbaikan untuk unit, sehingga unit tersebut selalu dalam kondisi yang baik untuk melaksanakan kegiatan operasinya.Dengan menganalisa masalah secara umum yang muncul dan mencari solusi yang efektif. Failure pada silinder mesin lifter hidrolik perlu segera diatasi melalui langkah-langkah perbaikan yang efektif. Salah satu fokus utama perbaikan ini adalah trouble repair, melalui tahapan pengumpulan data kerusakan, observasi mesin, indentifikasi kerusakan, perencanaan perbaikan, pembongkaran, perbaikan komponen, perakitan ulang dan setting, serta melakukan pengujian beban. Perbaikan dilakukan dengan mengganti seal sesuai dengan spesifikasi dan mengatur ulang komponen flow control untuk menstabilkan pergerakan silinder mesin lifter hidrolik. Setelah dilakukan perbaikan dan penggantian seal pada silinder utama dan silinder stopper, mesin lifter hidrolik telah melalui tahap pengujian beban sebesar 1523 kg. Pengujian beban mengunakan pendekatan standar EN 1757-2. Hasil pengujian menunjukan tidak terdapat kebocoran oli pada sistem hidrolik dan setelah dilakukan pengaturan pada flow control pergerakan silinder utama berjalan stabil serta seragam. Mesin lifter hidrolik telah melalui proses pengujian beban dan dinyatakan dapat beroperasi kembali. Namun, beban yang diangkat saar pengujian belum memenuhi ketentuan kapasitas angkat sesuai standar EN 1757-2, sehingga diperlukan evaluasi dan penyesuaian lebih lanjut guna memastikan kelayakan operasional berdasarkan standar tersebut.
Tidak tersedia versi lain