Printed
Perancangan Ekstruder 3D Print Metal Aluminium 6061 Dengan Metode Cetak Drop On Demand Magnetohydrodynamic
Teknologi 3D printing aluminium dengan metode fused deposition modelling (FDM) saat ini masih memerlukan bahan tambah termoplastik pada filamen sebagai pengikatnya. Menjawab tantangan itu, pada 2024 penelitian dilakukan di Polman Bandung yang merancang ekstruder 3D printing dengan kawat aluminium murni tanpa bahan tambah dengan memanfaatkan prinsip magnetohidrodinamika (MHD). Meskipun berhasil mencairkan aluminium, rancangan tersebut masih menghadapi kendala dalam pengendalian sebaran panas, khususnya pada suhu kerja magnet NdFeb yang mengakibatkan demagnetisasi. Oleh karena itu, pada penelitian ini bertujuan merancang ulang sistem ekstruder MHD dengan peningkatan pada aspek sebaran panas, efektivitas sistem MHD, dan bobot keseluruhan perangkat. Metode yang digunakan adalah VDI 2222, yaitu metodologi desain konsep teknis yang cocok untuk pengembangan produk. Simulasi sebaran panas pada rancangan menggunakan software Solidworks flow simulation dengan parameter geometri, material, temperature, waktu, inlet velocity udara sebagai pendingin, dan mesh. Didapat hasil suhu yang ingin dicapai 850°C pada detik ke 700. Adapun sistem MHD pada rancangan terbaru menggunakan elektromagnetik coil yang dialiri arus pulsa sebesar 500A, arus tersebut akan menghasilkan medan magnet transient dan menginduksi arus eddy pada cairan aluminium dalam chamber, sehingga interaksi keduanya akan menimbulkan gaya lorenzt untuk mengekstrusikan cairan aluminium dengan kecepatan luaran 2.5 m/s. Analisis medan magnet dilakukan pada software Comsol multyphysic dengan modul elektromagnetik. Rancangan terbaru memiliki bobot yang lebih ringan yaitu 3,6 Kg dengan dimensi terluar 165x135x100 mm.
Tidak tersedia versi lain