Printed
Parametric Design Pada Mesin Braiding Konvensional Berdasarkan Jumlah Spindle
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa impor mesin manufaktur tekstil pada tahun 2022 hingga 2024 mencapai 45 juta USD data tersebut mencakup mesin braiding (HS 84479010 dan HS 84479020). Hal ini menunjukan lemahnya industri tekstil di Indonesia, terutama pada ketergantungan mesin impor dan minimnya produsen lokal. Data tersebut mempengaruhi industri manufaktur tali, yang salah satunya berkaitan dengan mesin braiding konvensional. Banyaknya produk tali yang diimpor dan sulitnya mendapat sparepart mesin yang disebabkan produsen mesin yang kurang menjadi alasan banyaknya masyarakat tidak ingin memproduksi tali sendiri. Dari data tersebut, penelitian ini diharapkan mengurangi impor mesin dan diharapkan lebih banyak produsen mesin dan sparepart. Parametric Design adalah solusi yang dapat mengatasi hal tersebut, karena parametric design adalah suatu proses yang berdasar pada pemikiran algoritma yang memungkinkan penggambaran suatu parameter dan aturan yang menyatu, jelas, dan menjabarkan suatu hubungan antara desain yang diinginkan dengan desain hasil. Metodologi penelitian yang dilakukan akan menggunakan langkah parametric modelling, pendalaman geometri komponen sehingga parameter komponen dan keseluruhan mesin saling berkaitan. Metode ini dilakukan di aplikasi Solidworks, diawali dengan mendesain ulang 3D pada aplikasi untuk mengetahui fitur komponen dan parameter. Ada 2 komponen yang menjadi acuan untuk melakukan parametric design yaitu carrier dan horn gear. Dari kedua komponen tersebut dibuatlah parameter yang ada saling berkaitan dengan metode parametric modelling. Lalu diaplikasikan terhadap komponen lain untuk menguji perubahannya. Saat hasil modifikasi diterapkan, dilakukan simulasi untuk memperkuat data sebelum diuji langsung. Pengujian langsung pada mesin dilakukan guna mengetahui pengaruh perubahan parameter jumlah spindle terhadap parameter lain pada mesin braiding konvensional.
Tidak tersedia versi lain