Printed
Implementasi Sistem Inspeksi Berbasis Kamera Untuk Pengukuran Diameter Filamen 3D Print Berbahan Tutup Galon Jenis LDPE
Kemajuan teknologi manufaktur aditif mendorong kebutuhan akan filamen yang berkualitas tinggi, terjangkau, dan ramah lingkungan. Di Indonesia, sebagian besar kebutuhan filamen dan mesin ekstruder dipenuhi melalui impor, sehingga mendorong sejumlah peneliti untuk mengembangkan solusi lokal. Salah satunya dilakukan oleh Politeknik Manufaktur Bandung yang merancang mesin ekstrusi filamen berbahan limbah tutup galon LDPE, namun konsistensi diameter filamen yang dihasilkan belum stabil. Tugas akhir ini bertujuan untuk mengimplementasikan sistem inspeksi berbasis kamera dan pengendalian kecepatan motor puller untuk menstabilkan diameter filamen secara realtime. Dengan menerapkan algoritma deteksi tepi berbasis warna, diketahui bahwasanya pencahayaan mempengaruhi hasil deteksi pengukuran, dengan ketercapaian ketelitian pengukuran sebesar 0,009 mm/piksel. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pada kecepatan 15 rpm, filamen yang dihasilkan memiliki diameter rata-rata 1,77 mm dengan kesalahan 3,66% terhadap standar 1,75 mm. Metode kendali SMC terbukti memberikan performa sistem yang adaptif dibandingkan dengan kendali PID dalam menjaga kestabilan diameter. Sistem inspeksi ini menjadi alternatif strategis dalam memproduksi filamen yang berkualitas, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap produk impor dan mendukung pengelolaan limbah plastik secara berkelanjutan.
Tidak tersedia versi lain