Printed
Pengaruh Variasi Suhu Dan Holding Time Pada Proses Annealing Material Ni-Hard Terhadap Kemampuan Pemesinan
Komponen cover pompa submersible di industri pertambangan beroperasi pada lingkungan yang abrasif dan korosif, sehingga memerlukan material dengan ketahanan aus tinggi. Material seperti besi cor FC 25 telah digunakan, namun menunjukkan kelemahan dalam ketahanan aus dan korosi jangka panjang. Berdasarkan kebutuhan performa, material Ni-Hard dipilih pada penelitian sebelumnya dengan pertimbangan memiliki mikrostruktur keras berupa karbida krom dan martensit dengan kekerasan tinggi (+50-58 HRC). Namun, kekerasan tinggi ini menyebabkan kesulitan dalam proses pemesinan konvensional, sehingga diperlukan solusi untuk meningkatkan machinability-nya. Penelitian ini bertujuan mengoptimalkan sifat mekanik Ni-Hard melalui perlakuan panas annealing agar dapat diproses menggunakan alat potong konvensional. Eksperimen dilakukan dengan dua rentang suhu: 400-600 °C untuk menentukan batas zona getas (embrittlement zone), serta 800-1000 °C dengan variasi holding time 1-6 jam untuk mengevaluasi pengaruh terhadap kekerasan dan kemampuan pemesinan. Pengujian dilakukan terhadap kekerasan, mikrostruktur, dan hasil pemesinan menggunakan insert carbide dan mata bor HSS-Co. Hasil menunjukkan bahwa perlakuan annealing pada suhu 1000 °C selama 4 jam menurunkan kekerasan hingga 39,3 HRC, yang memenuhi batas machinability alat potong konvensional. Analisis statistik menggunakan metode Full factorial Design (FFD) menunjukkan bahwa suhu merupakan faktor paling berpengaruh terhadap penurunan kekerasan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa annealing dengan parameter yang tepat dapat meningkatkan machinability Ni-Hard tanpa mengorbankan ketahanan aus, serta memberikan solusi aplikatif dan ekonomis dalam pengembangan komponen tahan aus di industri pertambangan.
Tidak tersedia versi lain