Printed
Analisis Parameter Optimum Untuk Kualitas Hasil Braiding Dengan Menggunakan Metode Design Of Experiment Pada Mesin Braiding Konvensional
Kabupaten Bandung merupakan salah satu sentra industri rumahan yang memproduksi berbagai jenis tali seperti tali kur, tali sepatu, dan tali prusik. Proses pembuatannya menggunakan mesin braiding konvensional dengan pendekatan yang masih bersifat trial and error. Kondisi ini menyebabkan kualitas produk, khususnya kekuatan tarik, belum konsisten dan tidak selalu memenuhi standar. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi parameter-parameter proses braiding, menganalisis pengaruhnya terhadap kualitas hasil, serta menentukan kombinasi parameter optimum guna meningkatkan kekuatan tarik tali. Metode yang digunakan adalah Design of Experiment (DoE) dengan pendekatan Taguchi. Parameter yang diuji meliputi Core count, take-up rate, dan yarn count. Hasil analisis S/N ratio dan ANOVA menunjukkan bahwa ketiga parameter tersebut berkontribusi terhadap kekuatan tarik tali, dengan pengaruh terbesar berasal dari parameter core count (35,70%), diikuti oleh yarn count (28,94%) dan take-up rate (22,18%). Kombinasi parameter optimum yang diperoleh (Core count: 9, Take up rate: High, dan Yarn Count: 8), dengan hasil uji konfirmasi menghasilkan kekuatan tarik sebesar 2,219 kN (226,29 kg). Meskipun pengaruh tidak signifikan secara statistik (F-Tabel > F-value), tren praktis tetap menunjukkan relevansi yang tinggi terhadap peningkatan kualitas produksi tali.
Tidak tersedia versi lain