Printed
Pengembangan Proses Pembelajaran Teknologi Pemotongan Mesin Frais Menuju Standar Industri Global Dengan Penerapan Konsep Eliminasi 7 Waste
Proses pembelajaran praktik frais dasar di Politeknik Manufaktur Bandung masih menghadapi tantangan berupa kurangnya integrasi antara teori dengan praktik yang sesuai standar industri global. Mahasiswa juga belum dibekali pemahaman mengenai efisiensi kerja dan konsep lean manufacturing, khususnya eliminasi 7 waste. Mesin frais dipilih karena merupakan salah satu mesin paling umum dan penting dalam proses manufaktur logam presisi, serta menjadi dasar penguasaan kompetensi pemesinan di pendidikan vokasi. Penelitian ini bertujuan mengembangkan buku ajar yang sesuai dengan kebutuhan industri dan pendidikan vokasi. Metode pengembangan yang digunakan adalah model ADDIE, yang terdiri dari lima tahap: analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Tahap analisis dilakukan melalui observasi praktik di bengkel dan media pembelajaran yang dipakai saat ini, wawancara dengan pengajar pengampu, serta penyebaran kuesioner kepada mahasiswa. Berdasarkan hasil analisis, dikembangkan buku ajar berjudul "Teknologi Manufaktur Permesinan Dasar Frais" yang memuat teori dasar mesin frais, bagian-bagian mesin, prinsip keselamatan kerja, standar industri global (seperti ISO 9001, ISO 45001, dan ISO 3002), serta integrasi prinsip eliminasi 7 waste melalui studi kasus dan checklist praktik. Validasi oleh tiga ahli menghasilkan skor rata-rata 3,67 dari skala 4, yang menunjukkan bahwa buku ajar ini termasuk dalam kategori sangat valid. Evaluasi melalui kajian literatur menunjukkan bahwa model ADDIE dan penerapan standar industri serta lean manufacturing efektif meningkatkan kualitas pembelajaran. Buku ajar ini diharapkan dapat mendukung peningkatan kompetensi teknis mahasiswa dan kesiapan menghadapi dunia industri.
Tidak tersedia versi lain