Printed
Perancangan Awal Kursi Kerja Dokter Gigi Yang Ergonomis (Studi Kasus FKG UNPAD)
Muscoskeletal Disorders (MSDs) atau gangguan pada anggota gerak tubuh yang sering dialami oleh dokter gigi yang diakibatkan oleh posisi kerja yang kurang ergonomis dan penggunaan fasilitas yang kurang memadai dalam melakukan pekerjaan. Salah satu penyebab terjadinya hal ini adalah karena penggunaan kursi kerja yang kurang ergonomis, dan akibat yang ditimbulkan adalah terjadinya low back pain. Hal ini ditemukan melalui studi kasus Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) UNPAD. Penelitian ini bertujuan untuk merancang kursi kerja yang lebih ergonomis dan sesuai dengan kebutuhan dokter gigi, sehingga bisa mengatasi keluhan yang dialami oleh dokter gigi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini mengadopsi dari metodologi VDI 2222, dengan tahapan yang dilakukan dimulai dari perencanaan, pembuatan konsep, perancangan, dan penyelesaian. Data yang digunakan dalam penelitian ini didapatkan melalui wawancara dengan dokter gigi dan pengumpulan data antropometri yang digunakan sebagai penentuan dalam dimensi kursi yang akan dirancang. Hasil dari rancangan kursi yang dibuat lebih ergonomis dan memiliki fitur pengatur ketinggian kaki (foot height adjuster), sandaran punggung, dan sandaran tangan yang bisa berotasi. Rancangan kursi ini memiliki ukuran 982,5 mm x 631,5 mm x 550 mm, dan bisa menampung beban hingga 100 kg. Badan utama dari kursi ini menggunakan Gas Cylinder yang memiliki stroke sebesar 95,25 mm (3,75 inch). Rancangan ini bisa mengatasi keluhan dan menjawab kebutuhan dokter gigi dalam penggunaan kursi kerja. Diharapkan dari ran rancangan ini bisa menjadi acuan dalam perancangan dan bisa dikembangkan menjadi lebih baik.
Tidak tersedia versi lain