Printed
Pengembangan Sistem Deteksi Objek Berbasis Sonar Menggunakan Transduser Piezoelektrik Untuk Pencitraan Bawah Air
Kebutuhan akan sistem pengindraan bawah laut terus meningkat seiring dengan bertambahnya aktivitas eksplorasi dan pemantauan lingkungan perairan, terutama karena visibilitas sering kali menurun akibat partikel tersuspensi seperti sedimen yang menyerap atau membiaskan cahaya, sehingga sistem visual sulit mengenali objek. Hal ini bisa mengganggu navigasi dan menyebabkan kegagalan deteksi. Penelitian sebelumnya menggunakan dua sensor DYP-L04 secara menyilang untuk mengukur volume sedimen, namun akurasinya terganggu oleh interferensi sinyal dan getaran motor, dengan deviasi rata-rata 4-7%. Penelitian ini merancang sistem sonar menggunakan enam sensor ultrasonik berbasis piezoelektrik DYP-L04 yang dipasang statis pada casing berbahan ABS. Sensor disusun dalam konfigurasi sektoral dengan sudut tetap 17,05° hingga 162,95°, mencakup bidang horizontal 175°. Setiap sensor bekerja bergantian menggunakan komunikasi UART ke mikrokontroler Arduino Uno dengan jeda 50 milidetik. Data jarak ditransmisikan ke Python dan divisualisasikan dalam koordinat kartesian 2D. Uji performa dilakukan melalui pengukuran sudut deteksi, tingkat kekeruhan, dan kemampuan visualisasi objek. Sensor mulai mendeteksi dari sudut 10° hingga 170°, dengan deviasi pembacaan 0,03-0,05 cm. Pada uji kekeruhan dengan tiga tingkat kejernihan, deviasi tertinggi 1,13 cm muncul pada jarak 100 cm. Deteksi objek menggunakan ikan dan mika bening menunjukkan sistem mampu menampilkan posisi objek hingga 300 cm di GUI. Sistem ini berhasil direalisasikan dan dapat mendeteksi objek bawah air dalam berbagai tingkat kejernihan secara visual.
Tidak tersedia versi lain