Printed
Pembuatan Carriage Mesin Bubut Schaublin 102 (BU 06) Di Laboratorium Produksi Mesin Dan Perkakas Jurusan Teknik Manufaktur
Eretan menjadi salah satu bagian utama dalam mesin bubut yang berperan mengatur posisi alat potong, bagian ini dibuat dengan material utama berupa FCDN (Ferro Cast Ductile Nodular) karena mempunyai tingkat keuletan yang tinggi dan mampu meredam getaran dengan baik.Kondisi salah satu eretan mesin bubut di kampus Politeknik Manufaktur Bandung mengalami kerusakan dimana pada tahun sebelumnya sudah dilakukan pembuatan ulang beberapa bagian seperti eretan atas dan eretan bawah, namun belum tuntas karena terdapat bagian yang belum dilanjutkan dan komponen yang masih harus dilengkapi. Maka dari itu dibuatlah proyek akhir dengan tujuan melanjutkan pembuatan komponen eretan mesin bubut schaublin 102. Digunakan metode ulrich yaitu pengukuran dimensi dan geometri, serta perancangan dan pengembangan desain eretan. Proses yang dilakukan dimulai dari studi literatur pada manual book schaublin 102 dan benda kerja eretan tahun sebelumnya, melakukan bongkar pasang pada mesin serupa untuk memahami konstruksi eretan dan jumlah komponen kecil lainnya, melakukan perbaikan rancangan gambar kerja dengan membuat gambar 2D, 3D, dan model assembly, perencanaan permesinan atau operation plan dengan menentukan proses permesinan, material, alat potong, teknik permesinan seperti pencekaman, dan kandidat mesin, selanjutnya proses permesinan, quality control yang dilakukan dengan mengukur hasil benda kerja dengan menggunakan jangka sorong dan mikrometer, kemudian proses assembly, verfikasi fungsi, dan uji pemotongan. Hasil yang diperoleh berupa rancangan gambar kerja eretan yang sudah diperbaiki, hasil permesinan lanjutan eretan beserta komponen penyusunnya (sub assy) dengan ukuran mengikuti rancangan gambar yang sudah diperbaharui, juga dilakukan modifikasi bantalan eretan yaitu pemotongan bantalan deep groove seri 627, verifikasi fungsi hasil permesinan eretan yaitu eretan mampu melakukan pergerakan di rentang jarak 100 mm pada arah melintang (sumbu x), pergerakan di rentang jarak 90 mm pada arah memanjang (sumbu z), dan mampu menahan gaya potong saat proses pemotongan. Uji pemotongan diperoleh hasil bahwa eretan mampu melakukan pemotongan dengan penyimpangan terbesar yaitu 0,1 mm pada ukuran diameter (sumbu x), ketirusan terbesar sebesar 0,02 mm, dan hasil ukuran jarak pemotongan di arah memanjang (sumbu z) menyimpang sebesar 0,2 mm dari nilai seharusnya.
Tidak tersedia versi lain