Printed
Pembuatan Impeller Dan Pengujian Ciri Kerusakan Getaran Mesin (CKGM) Pada Pompa
Pompa merupakan salah satu komponen penting dalam berbagai sistem industri, dan impeller menjadi bagian utama yang berfungsi untuk mengalirkan fluida. Kinerja pompa sentrifugal sangat dipengaruhi oleh desain impeller, terutama jumlah sudu yang digunakan. Untuk mengetahui pengaruh variasi jumlah sudu terhadap getaran mesin, dilakukan pembuatan impeller semi-open berbahan Nylon 101 dengan variasi jumlah sudu sebanyak 3, 5, 6, 7, 8, dan 9 serta pengujian menggunakan metode CKGM (Ciri Kerusakan Getaran Mesin). Proses pengerjaan dimulai dari perencanaan desain 3D modelling CAD dan pembuatan 2D drafting yang dilanjutkan dengan pembuatan program G-code CNC melalui CAM. Pengerjaan pemesinan impeller menggunakan metode pemesinan konvensional dan CNC hingga melakukan quality control, perakitan dan pengujian. Hasil pengujian menunjukkan bahwa jumlah sudu memengaruhi nilai getaran terutama pada frekuensi Blade Pass Frequency (BPF). Dengan bertambahnya jumlah sudu pada impeller, menyebabkan naiknya frekuensi BPF dan munculnya pola getaran kompleks dengan frekuensi dominan 1x, BPF, serta random high frequency >2000 Hz yang merupakan salah satu ciri khas terjadinya kavitasi. Pola ini sesuai dengan spektrum kavitasi pada diagnostic chart Technical Associates of Charlotte. Kondisi paling kritis terjadi pada RPM 60 Hz, bukaan katup %, dan suhu 60 °C, dengan RPM sebagai faktor dominan. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa karakteristik getaran berupa random high frequency dapat dijadikan sebagai indikator awal dalam mendeteksi gejala kavitasi.
Tidak tersedia versi lain