Printed
Analisa Pengaruh Variasi Radius Tekukan Die Dan Ketebalan Plat Terhadap Perilaku Springback Pada Proses L Bending Material SPCC
Proses bending merupakan salah satu metode pembentukan logam yang banyak diterapkan dalam industri manufaktur untuk menghasilkan bentuk dan dimensi tertentu, seperti pada konfigurasi L-bending. Salah satu tantangan utama dalam proses ini adalah fenomena springback, yaitu kecenderungan material untuk kembali sebagian ke bentuk semula setelah gaya pembentuk dilepaskan. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh variasi radius die dan ketebalan material terhadap nilai springback pada proses L-bending menggunakan material SPCC.Penelitian dilakukan menggunakan metode eksperimen dengan pendekatan Taguchi orthogonal array L9, di mana faktor radius dan ketebalan masing-masing terdiri atas tiga level. Total dilakukan 27 kali pengujian (masing-masing kombinasi diulang sebanyak tiga kali). Hasil pengukuran sudut dilakukan menggunakan alat ukur CMM, dan nilai springback dihitung berdasarkan selisih antara sudut desain dengan sudut hasil. Data dianalisis menggunakan metode Signal to Noise Ratio, ANOVA, dan uji normalitas Shapiro-Wilk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketebalan material merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap nilai springback dengan kontribusi sebesar 58,76%, disusul oleh radius die sebesar 36,88%. Kombinasi optimal untuk meminimalkan springback diperoleh pada penggunaan material SPCC dengan ketebalan 1,4 mm dan radius die 2,0 mm. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam optimasi parameter pembentukan L-bending agar menghasilkan akurasi dimensi yang lebih baik dan efisien dalam proses produksi.
Tidak tersedia versi lain