Printed
Penerapan Supply dan Perhitungan Biaya Aktual Pembuatan Greenhouse Hidroponik ukuran 6x2,5x2,75 m
Pertanian modern saat ini menghadapi tantangan besar, seperti keterbatasan lahan, perubahan iklim, dan kebutuhan pangan yang terus meningkat. Salah sam solusi inovatif yang dikembangkan untuk menjawab tantangan tersebut adalah sistem pertanian hidroponik dalam greenhouse (rumah kaca). Greenhouse memberikan lingkungan terkendali yang ideal untuk pertumbuhan tanaman, sedangkan hidroponik memungkinkan budidaya tanpa tanah dengan efisiensi tinggi terhadap air dan nutrisi. Proyek akhir ini bertujuan untuk menganalisis sistem rantai pasok (supply chain) dan melakukan estimasi biaya secara menyeluruh dalam pembangunan greenhouse hidroponik berukuran 6-2,5-2,75 meter.
Penelitian dilakukan melalui beberapa tahapan, meliputi identifikasi komponen utama, pengumpulan data harga dan spesifikasi teknis, pemilihan pemasok, serta penyusunan rancangan konstruksi dan sistem hidroponik. Model Supply Chain Operation Reference (SCOR) digunakan sebagai pendekatan untuk memetakan dan mengevaluasi proses rantai pasok dalam lima tahap utama: perencanaan (plan), pengadaan (source), produksi (make), pengiriman (deliver), dan pengembalian (return).
Dalam proses pengadaan, dilakukan perbandingan antara beberapa pemasok berdasarkan harga, kualitas, ketersediaan, dan ketepatan pengiriman. Hasilnya menunjukkan bahwa pemilihan pemasok yang tepat berperan penting dalam efisiensi waktu dan pengurangan biaya secara signifikan. Seluruh biaya pembangunan greenhouse dihitung menggunakan pendekatan full costing, yang mencakup biaya bahan baku standar, biaya proses (seperti pengelasan dan perakitan), serta biaya overhead (biaya tidak langsung seperti sewa alat dan transportasi).
Dari hasil estimasi, pembangunan greenhouse ini tidak hanya dapat dilakukan dengan biaya yang terjangkau, tetapi juga dapat menjadi model referensi untuk pengembangan pertanian hidroponik skala kecil maupun menengah, baik di daerah perkotaan yang sempit maupun di pedesaan yang terbuka. Studi ini juga menekankan pentingnya integrasi teknologi, manajemen rantai pasok yang baik, serta perencanaan biaya yang matang dalam mewujudkan sistem pertanian yang produktif, berkelanjutan, dan efisien.
Tidak tersedia versi lain