Printed
Analisis Kegagalan Proses Produk Ragum T125 dengan Pendekatan Analisis FMEA(Failure Mode and Effect Analysis)
Politeknik Manufaktur Bandung (Polman Bandung) sebagai institusi pendidikan vokasi memiliki peran penting tidak hanya dalam mencetak tenaga kerja terampil.
tetapi juga dalam menghasilkan produk manufaktur yang sesuai dengan standar industri. Salah satu produk unggulan yang diproduksi adalah ragum T125, alat penjepit mekanis yang digunakan secara luas dalam praktik kerja bangku dan pemesinan. Namun, dalam proses produksinya, masih ditemukan berbagai permasalahan kualitas seperti cacat pada hasil coran maupun dimensi tidak sesuai pada tahap pemesinan. Permasalahan ini berdampak pada tingginya tingkat kegagalan produk, penurunan efisiensi produksi, dan meningkatnya biaya korektif serta rework. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis mode kegagalan yang terjadi selama proses produksi ragum T125 dengan pendekatan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) berdasarkan standar AIAG-VDA 2019. Metode ini digunakan untuk mengevaluasi potensi risiko pada setiap tahap proses secara sistematis melalui tujuh langkah utama: perencanaan, analisis struktur, analisis fungsi, identifikasi kegagalan, analisis risiko, optimasi, dan dokumentasi. Selain itu, penelitian ini juga menghasilkan expert system berbasis Python sebagai alat bantu digital untuk mendukung pengambilan keputusan yang cepat dan akurat dalam menentukan tindakan perbaikan yang tepat, penerapan teknologi berbasis industri 4.0 dalam lingkungan kampus, serta referensi bagi sektor produksi lainnya yang ingin mengadopsi pendekatan analitik dan digital dalam manajemen mutu.
Tidak tersedia versi lain