Printed
Analisis Pemilihan Material Drainase dengan Ruang Penyimpan Air Menggunakan Solidwork Simulation
Kota Bandung mengalami peningkatan jumlah penduduk yang berdampak pada berkurangnya lahan resapan akibat alih fungsi menjadi pemukiman, sehingga risiko banjir meningkat. Salah satu solusi adalah sistem drainase dengan ruang penyimpan air yang menampung air hujan sebelum dialirkan ke hilir, sehingga memberi waktu air untuk meresap ke tanah. Penelitian ini bertujuan menentukan material terbaik untuk konstruksi drainase tersebut melalui analisis gaya dan simulasi Finite Element Analysis (FEA) pada SolidWorks Simulation. Hasil analisis menunjukkan adanya beban statik pada konstruksi, meliputi berat konstruksi 19,725 kN, berat air 16,248 kN, tekanan lateral tanah 8,941 kN, tekanan lateral air pada drainase utama 4,763 kN, dan pada ruang penyimpan 1,47 kN, serta gaya reaksi tanah 26,584 kN. Simulasi menunjukkan perbedaan performa antar material meskipun beban yang diterima sama. Beton bertulang 1, 2, dan 3 memiliki tegangan berturut-turut 0,218; 0,222; dan 0,207 MPa, dengan displacement 0,120; 0,140; dan 0,058 mm, serta safety factor 68,81; 49,55; dan 275,36. Beton geopolimer 1 dan 2 memiliki tegangan 0,137 dan 0,112 MPa, displacement 0,048 dan 0,056 mm, serta safety factor 13,28 dan 39,91. Berdasarkan nilai teknis dan biaya, beton bertulang 2 (Rp579.000) dan beton geopolimer 1 (Rp983.700) menjadi pilihan terbaik karena memiliki safety factor memadai, deformasi dalam batas aman, dan biaya terendah pada kategorinya. Pendekatan ini memungkinkan perencanaan drainase lebih efektif, efisien, dan aplikatif untuk penanggulangan banjir di Kota Bandung.
Tidak tersedia versi lain