Printed
Perancangan Awal Alat Flotasi Udara Terlarut untuk Mengolah Limbah Cair Minyak Sawit di PT.Betterindo Mulya Kencana
Limbah cair minyak sawit yang didominasi lemak, minyak, dan padatan minyak (Fats, Oils, and Grease/FOG) menjadi tantangan besar apabila tidak ditangani dengan sistem pengolahan yang tepat. Air olahan limbah ini berpotensi membahayakan lingkungan apabila tidak diolah terlebih dahulu. Industri umumnya menggunakan sistem kolam sedimentasi untuk mengolah limbah cair tersebut, namun prosesnya memerlukan lahan yang luas dan waktu pemisahan yang lama, mulai dari beberapa hari hingga beberapa minggu. Penelitian ini bertujuan untuk merancang alat Flotasi Udara Terlarut (FUT) sebagai alternatif dari proses pengolahan limbah cair tersebut. Metodologi penyelesaian untuk perancangan alat ini menggunakan adaptasi dari metode VDI 2222 dengan tahapan penelitian yang meliputi identifikasi masalah, penyusunan konsep, pemilihan alternatif desain, hingga pemodelan 3D, analisis teknis komponen dan dapat dibuat untuk diuji di lapangan. Alat ini memiliki kapasitas 3.000 liter/jam. Sistem ini lebih efisien dari segi penggunaan lahan dibandingkan kolam sedimentasi konvensional, sehingga dapat diaplikasikan pada industri dengan keterbatasan area. Estimasi biaya pembuatan alat dengan total sekitar Rp 86.446.613. Rancangan alat ini diharapkan dapat menjadi solusi praktis, efisien lahan, dan terukur untuk mendukung industri kelapa sawit dalam mengolah limbah cair secara efisien dan memenuhi baku mutu limbah cair sesuai regulasi pemerintah.
Tidak tersedia versi lain