Printed
Pengembangan Desain Alat Bantu Jemur Sepatu Konvensional Melalui Analisis Pasar Dan Kebutuhan Pengguna Dengan Metode Karl T. Ulrich
Proses pengeringan sepatu basah masih menjadi kendala bagi banyak orang, terutama saat menggunakan metode pengeringan konvensional. Meski metode ini tergolong ekonomis, praktis, dan hemat ruang, waktu yang dibutuhkan relatif lama, yaitu 1 hingga 2 hari untuk mencapai tingkat kekeringan yang optimal. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan alat bantu penjemuran sepatu berbasis metode konvensional yang mampu mempercepat proses pengeringan. Pengembangan dan perancangan produk mengacu pada metode Karl T. Ulrich, yang meliputi tahapan perencanaan, pengembangan konsep, desain sistem tingkat tinggi, detail design, pengujian dan penyempurnaan, serta produksi awal. Proses pengembangan disesuaikan dengan kebutuhan pengguna, dengan luaran berupa prototype. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat bantu jemur sepatu ini mampu meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam proses pengeringan sepatu basah.
Tidak tersedia versi lain