Printed
Kajian Experimental Penyimpangan Geometri Pada Mesin 3D Printing
Kualitas geometric error produk hasil 3D printing sangat dipengaruhi oleh geometric error mesin 3D printing, tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui nilai geometric error pada mesin 3D printing dilakukan pengujian dengan membuat spesimen uji untuk mengkaji nilai geometric error mesin 3D printing, spesimen uji di buat sesuai dengan standar ISO/ASTM 52902: 2019, menggunakan material resin rigid 4000 VI. Menggunakan pendekatan secara tidak langsung (indirect method), pengukuran dimensi dilakukan menggunakan Coordinate Measuring Machine (CMM) data yang diperoleh dianalisis berdasarkan standar ISO 230-2:2006 dan ISO 10791-4:1998 untuk mengevaluasi akurasi, repeatability, dan penyimpangan geometri. Pengukuran dilakukan pada parameter posisi linier, kelurusan, kebulatan, diameter, dan konsentrisitas. Hasil penyimpangan spesimen uji yang terukur di bandingkan status penyimpangan pada standar ISO/ASTM 52902:2019 dan ISO 10791-4:1998. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa parameter melebihi toleransi ISO/ASTM 52902:2019, yaitu posisi linier sumbu x (0,23 mm), y (0,27 mm), z (0,24 mm), kelurusan sumbu y (0,30 mm), dan konsentrisitas (0,08 mm). Sementara itu, parameter yang memenuhi toleransi meliputi kelurusan sumbu x (0,18 mm), kebulatan (0,04 mm), diameter luar (0,11 mm), dan diameter dalam (0,14 mm). Analisis berdasarkan ISO 230-2 menunjukkan bahwa semua parameter akurasi dan repeatability memenuhi standar ISO 10791-4 dengan deviasi di bawah 22 µm. metode indirect assessment efektif untuk mengidentifikasi geometric error pada mesin 3D printing berbasis resin. Faktor dominan penyimpangan berasal dari deformasi spesimen akibat ketebalan alas kurang dari 10 mm dan penyusutan resin selama proses curing. Rekomendasi yang diberikan berupa optimasi desain spesimen dan kalibrasi mekanisme gerak mesin untuk meningkatkan akurasi cetak.
Tidak tersedia versi lain