Printed
Rancang Bangun Insinerator Sampah Kota Berbasis Pemanfaatan Superheated Steam Untuk Penanganan Sampah Di Kota Bandung
Pengelolaan sampah di Kota Bandung tidak tuntas dalam menyelesaikan masalah sampah setiap harinya, dengan lebih dari 82,23% sampah kota belum dikelola secara optimal. Penggunaan insinerator sebagai solusi pengolahan sampah termal masih terbatas, namun mulai dikembangkan. Penelitian ini merancang insinerator menggunakan metode VDI 2222, mencakup tahapan perencanaan hingga penyelesaian desain. Hasil perancangan, pembuatan, dan pengaplikasian di lapangan menunjukkan bahwa insinerator mampu mencapai suhu ruang bakar di atas 800°C dengan kapasitas 200 kg/jam, menghasilkan residu abu sebesar 24 kg dengan pengunaan air 12 liter/jam. Hal ini menunjukkan kemampuan penyusutan volume sampah hingga mencapai 88%, yang sangat signifikan untuk mengurangi ketergantungan pada lahan TPA. Untuk Rmenangani sampah harian Kota Bandung sebesar 1.055.667,69 kg, diperlukan sekitar 660 Unit insinerator yang beroperasi 8 jam per hari, dan jika didistribusikan ke seluruh kelurahan di kota bandung, masing-masing kelurahan mendapat 5 Unit insinerator. Panas tinggi yang dihasilkan tidak hanya efektif untuk membakar sampah, tetapi juga berpotensi dimanfaatkan dalam reaksi termokimia antara uap air dan logam-logam reaktif dalam sampah, seperti magnesium (Mg) dan seng (Zn), untuk menghasilkan gas hidrogen. Meski suhu belum cukup untuk dekomposisi air murni (dekomposisi air murni mencapai 2000°C), uap super panas (Superheated steam) terbukti meningkatkan kualitas pembakaran.
Tidak tersedia versi lain