Printed
Peningkatan Kinerja Mesin Pembuat Pelet Kayu (Pelletizing) Melalui Penyematan Thermal dan Dual Layer pada Die
Pelet kayu merupakan bahan bakar padat berbasis biomassa yang diproses melalui teknik pemadatan serbuk kayu, dan banyak digunakan sebagai sumber energi terbarukan karena sifatnya yang ramah lingkungan serta efisien dalam penyimpanan dan transportasi. Namun, proses pembuatan pelet berkualitas masih menghadapi tantangan, khususnya pada mesin pelet kayu di UGM, di mana ditemukan kelemahan berupa hasil pelet yang tidak seragam serta membutuhkan waktu yang relatif lama untuk mencapai suhu optimal proses, yaitu minimal 100 °C yang diperlukan dalam proses pelletizing kayu sengon. Kondisi tersebut menyebabkan tingginya konsumsi energi serta kebutuhan gaya tekan yang besar, mengingat proses kompaksi kayu sengon secara teoritis memerlukan tekanan sebesar 30–100 MPa, sehingga kualitas pelet yang dihasilkan menjadi kurang konsisten., serta kualitas pelet yang tidak konsisten. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan desain dual-layer die pada mesin pelet kayu yang mampu mendistribusikan tekanan secara bertahap serta menurunkan gaya kompaksi. Proses perancangan dilakukan menggunakan pendekatan sistematis berdasarkan metode detail desain, yang terdiri dari tahap analisis kebutuhan, pengembancgan konsep, perancangan teknis, hingga penyelesaian produk. Untuk mendukung efisiensi proses, sistem pemanas induksi juga dirancang sebagai bagian terintegrasi, dengan simulasi termal menggunakan perangkat lunak berbasis metode elemen. Hasil akhir dari penelitian ini adalah rancangan sistem die dua lapis dan pemanas induksi yang mampu meningkatkan efisiensi proses kompaksi biomassa, menurunkan tekanan yang dibutuhkan, dan menjadi dasar pengembangan lebih lanjut menuju proses peletisasi yang lebih efisien dan terstandarisasi.
Kata kunci: pelet kayu, mesin pelet, dual layer die, detail desain, tekanan kompaksi
Tidak tersedia versi lain