Text
Perbaikan Misalignment Sumbu Horizontal dan Uji Fungsi Rig Air Bearing Menggunakan Pad Grafit EDM-10 Series 2
Air bearing merupakan bantalan non-kontak yang memanfaatkan lapisan udara bertekanan (air film) untuk menopang poros sehingga tidak ada kontak langsung antara poros dan bantalan dan meningkatkan presisi gerak. Rig air bearing di Politeknik Manufaktur Bandung digunakan sebagai media pembelajaran, namun belum dapat berfungsi secara optimal akibat adanya penyimpangan atau misalignment pada sumbu horizontal yang menyebabkan terjadinya gesekan antara poros dan pad grafit. Proyek akhir ini bertujuan untuk melakukan identifikasi melalui pengukuran dimensi pada rig air bearing dan melakukan perbaikan penyimpangan sumbu horizontal, melakukan uji fungsi pada kondisi statis dan dinamis setelah proses perbaikan, serta mengetahui kemampuan pad grafit EDM-10 series 2 dalam mendukung kinerja sistem air bearing. Metode yang digunakan meliputi pemeriksaan visual, pengukuran dimensi menggunakan Coordinate Measuring Machine (CMM), analisis kesumbuan, modifikasi support plate, pemesinan ulang komponen grafit, proses assembly dan adjusting, serta pengujian fungsi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penyimpangan sumbu horizontal setelah perbaikan sebesar 6 µm sehingga memenuhi target kesumbuan yang ditetapkan. Pada pengujian statis, sistem mampu mengangkat beban poros, pulley, dan tarikan belt pada variasi tekanan udara 7 bar dengan fly height 6–8 µm. Pengujian dinamis menunjukkan sistem dapat beroperasi tanpa indikasi gesekan ditandai dengan tidak adanya kenaikan temperatur, sedangkan pengujian pad grafit EDM-10 series 2 menunjukkan peningkatan kemampuan gaya angkat seiring kenaikan tekanan udara. Dengan demikian, rig air bearing hasil perbaikan telah memenuhi variabel keberfungsian.
Kata Kunci: air bearing, misalignment, CMM, grafit EDM-10 series 2, verifikasi fungsi.
Tidak tersedia versi lain