Text
Studi Perbandingan Metode Fabrikasi Komposit Terhadap Karakteristik Komposit Hibrit Rami-Fiberglass
Perbedaan metode fabrikasi mempengaruhi kualitas impregnasi resin, pembentukan void, serta ikatan antarmuka serat-matriks yang pada akhirnya menentukan sifat fisik dan mekanik komposit. Penggunaan serat alam dalam material komposit memiliki keuntungan dari sisi ketersediaan dan keberlanjutan. Namun, serat alam mempunyai beberapa kelemahan, salah satu kelemahannya yaitu sifat mekanik yang relatif rendah. Untuk mengatasi kelemahan tersebut, dilakukan hibrid dengan fiberglass yang memiliki kekuatan tarik dan kekakuan yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh metode fabrikasi terhadap karakteristik komposit hibrid rami-fiberglass. Komposit hibrid dirancang dengan perbandingan fraksi volume matriks dan serat sebesar 70:30 dibuat dengan menggunakan dua metode fabrikasi, yaitu hand lay up dan VARI. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada material dan kondisi fabrikasi yang digunakan, metode hand lay up menghasilkan karakteristik komposit yang lebih baik dibandingkan metode VARI, ditunjukkan oleh kekuatan tarik dan kekuatan lentur yang lebih tinggi. Sementara itu, metode VARI menghasilkan kualitas impregnasi resin yang lebih baik, ditunjukkan oleh ikatan antarmuka (interfacial bonding) serat matriks yang lebik baik. Namun, kualitas impregnasi resin tersebut belum mampu meningkatkan sifat mekanik karena tingginya kandungan void pada komposit hasil VARI yang menurunkan kemampuan komposit dalam menahan beban. Penelitian ini berlaku pada material dan kondisi fabrikasi yang digunakan dalam penelitian.
Kata Kunci: komposit hibrid, serat rami, fiberglass, hand lay up, Vacuum Assisted Resin Infusion (VARI).
Tidak tersedia versi lain