Text
Analisis Risiko Keselamatan Kerja dan Modus Kegagalan pada Mesin Pencacah Sampah Organik Menggunakan Metode HIRADC dan FMEA
Pengoperasian mesin pencacah sampah organik di UMKM XYZ masih memiliki potensi bahaya bagi operator, seperti luka tersayat pisau, kebisingan, getaran, serta gangguan komponen mesin yang dapat memengaruhi keselamatan kerja dan produktivitas. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi potensi bahaya dan tingkat risiko kerja menggunakan metode Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining Control (HIRADC), serta menganalisis modus kegagalan komponen mesin menggunakan metode Failure Mode and Effects Analysis (FMEA). Penelitian menggunakan pendekatan mixed method dengan pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi, kuesioner kepada 6 responden pengguna, dan wawancara untuk memperdalam terhadap 10 pengguna mesin pencacah sampah pertanian di UMKM XYZ Desa Mekarsaluyu. Hasil analisis HIRADC menunjukkan terdapat 10 potensi bahaya, terdiri dari 2 risiko ekstrem, 3 risiko tinggi, dan sisanya kategori sedang hingga rendah. Risiko ekstrem meliputi tangan tersayat pisau pencacah sedangkan risiko tinggi meliputi material terpental. Hasil FMEA menunjukkan nilai Risk Priority Number (RPN) tertinggi terdapat pada pisau pencacah sebesar 224 dan bearing sebesar 210 akibat keausan komponen serta kurangnya perawatan. Rekomendasi pengendalian meliputi penggunaan APD, penyusunan SOP kerja, dan redesain mesin guna meningkatkan keselamatan serta keandalan operasional. Penelitian ini menunjukkan integrasi metode HIRADC dan FMEA mampu memberikan analisis risiko kerja dan kegagalan mesin secara komprehensif sebagai dasar pengendalian risiko dan peningkatan keselamatan kerja operator.
Kata kunci: Pengendalian Risiko, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Redesain Mesin, Keandalan Operasional, Standar Operasional Prosedur
Tidak tersedia versi lain