Text
Analisis Penyebab Keterlambatan Produksi Menggunakan Metode Fishbone dan FMEA pada Bengkel Manufaktur di Polman Bandung
Keterlambatan produksi merupakan salah satu permasalahan yang dapat memengaruhi efektivitas proses produksi. Pada Bengkel Produksi Manufaktur di Polman Bandung masih ditemukan beberapa pekerjaan yang mengalami keterlambatan penyelesaian sehingga target waktu produksi belum selalu tercapai. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor penyebab keterlambatan produksi, menganalisis tingkat risiko setiap penyebab, serta menentukan prioritas perbaikan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu mixed method dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Pendekatan kualitatif dilakukan melalui observasi, wawancara, dan analisis menggunakan Fishbone Diagram untuk mengidentifikasi akar penyebab keterlambatan produksi, sedangkan pendekatan kuantitatif dilakukan menggunakan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) untuk menentukan tingkat risiko berdasarkan nilai Risk Priority Number (RPN). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Failure mode human error memiliki nilai RPN tertinggi sebesar 240 yang disebabkan oleh kesalahan operator seperti salah memilih tools, salah membaca gambar kerja, kesalahan pembuatan program, dan kesalahan pengukuran. Berdasarkan hasil tersebut, rekomendasi perbaikan difokuskan pada penerapan Production Readiness Checklist yang terintegrasi dengan First Piece Inspection sebagai sistem error-proofing untuk memverifikasi kesiapan proses sebelum produksi dimulai. Implementasi usulan tersebut diharapkan mampu mengurangi potensi human error, menekan frekuensi rework, meningkatkan kepatuhan terhadap prosedur kerja, serta mendukung ketepatan waktu penyelesaian job order.
Kata kunci: keterlambatan produksi, fishbone diagram, FMEA, manufaktur, RPN.
Tidak tersedia versi lain