Text
Usulan Perancangan Tata Letak Fasilitas Produksi Bench Vise 125 untuk Gedung Technopole Kampus 2 Polman Bandung Menggunakan Software WINQSB
Perancangan tata letak fasilitas memiliki peran penting dalam meningkatkan efisiensi proses produksi, meminimalkan jarak perpindahan material dan ongkos material handling. Proses Produksi bench vise 125 di Politeknik Manufaktur Bandung masih belum optimal, dikarenakan beberapa fasilitas produksi yang memiliki keterkaitan proses ditempatkan berjauhan sehingga menyebabkan perpindahan material menjadi tidak efisien. Namun, proses produksi bench vise 125 akan dipindahkan ke Gedung Technopole Kampus 2 Politeknik Manufaktur Bandung sehingga diperlukan usulan tata letak fasilitas yang lebih efektif dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jenis layout yang sesuai, membuat alternatif tata letak fasilitas, menghitung jarak dan ongkos material handling, serta memilih layout terbaik untuk proses produksi bench vise 125. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi Activity Relationship Chart (ARC), Activity Relationship Worksheet (ARW), Activity Template Block Diagram (ATBD), dan metode CRAFT (Computerized Relative Allocation of Facilities Technique) menggunakan software WINQSB. Hasil pengolahan menggunakan empat solution option menghasilkan 59 alternatif layout yang selanjutnya dianalisis berdasarkan kebutuhan luas area fasilitas, hubungan kedekatan fasilitas menggunakan ARC, dan total cost, sehingga diperoleh tiga alternatif layout yang layak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alternatif layout 1 merupakan layout terbaik dengan total jarak material handling sebesar 449 meter dan total OMH sebesar Rp6.304,43. Layout usulan tersebut dinilai mampu meningkatkan efisiensi perpindahan material serta memperbaiki aliran proses produksi bench vise 125.
Kata kunci: Perencanaan Fasilitas, CRAFT, Ongkos Material Handling, Bench Vise 125
Tidak tersedia versi lain