Text
Pembuatan Alat Bantu Pemegang Gerinda Potong dengan Kapasitas Dimensi Material Pemotongan 10 sampai 20mm
Proses pemotongan material logam menggunakan mesin gerinda potong secara manual masih sangat banyak digunakan di bengkel fabrikasi karena alatnya dinilai lebih sederhana dan praktis. Namun, ketika melakukan proses pemotongan yang sepenuhnya bergantung pada tingkat kestabilan tangan operator, hal ini sering kali memunculkan berbagai kendala teknis di lapangan. Kendala tersebut meliputi hasil pemotongan yang tidak rata atau tidak tegak lurus secara siku, mempercepat kelelahan fisik pada pekerja, serta memiliki risiko keselamatan kerja yang tinggi. Risiko ini muncul akibat adanya potensi hentakan balik atau kickback, getaran mesin berlebih, dan percikan logam panas sehingga proses pengerjaan menjadi kurang aman. Berdasarkan kondisi tersebut, dibuatlah alat bantu pemegang gerinda potong ini untuk menahan gerinda potong secara stabil sekaligus mencekam benda kerja saat proses pemotongan benda kerja. Proses pembuatan alat bantu pemegang gerinda potong ini dilakukan secara sistematis melalui tahapan studi literatur, pembuatan desain, tahap pengadaan material, proses pemesinan, fabrikasi, perakitan, dan pengujian. Material utama yang dipilih yaitu besi UNP, besi siku, besi hollow, dan baja ST37, di mana proses pembuatan material tersebut dilakukan melalui serangkaian tahapan proses pemesinan, yang kemudian langsung dilanjutkan dengan proses fabrikasi. Setelah seluruh komponen alat tersebut selesai dibuat dan dirakit, tahapan selanjutnya adalah dilakukan proses pengujian pemotongan secara langsung. Berdasarkan hasil pengujian, penggunaan alat bantu pemegang gerinda potong ini berhasil untuk menguji kemampuan alat dalam memotong material sesuai kapasitas yang direncanakan, sekaligus meningkatkan jaminan K3 dengan meredam getaran, serta menghilangkan risiko hentakan balik (kickback).
Kata kunci: Pencekaman, Gerinda potong, Keselamatan kerja, Proses pemesinan.
Tidak tersedia versi lain