Text
Analisis Pengaruh Penambahan Silica Flour Terhadap Sifat Fisis dan Mekanis Conventional Castable Refractory Berbasis High Alumina Pasca Bakar 1100
Pelapis refraktori monolitik jenis high Alumina conventional castable pada preheating zone reheating furnace berpotensi mengalami penurunan kekuatan akibat kondisi under fired pada temperatur 1000–1100°C. Penambahan silika berukuran nano telah dilaporkan dapat mendorong pembentukan fasa cair dan meningkatkan ikatan antarpartikel pada temperatur tersebut. Sebagai alternatif, penelitian ini menggunakan silica flour berukuran mikro (75 µm) dengan variasi 0%, 5%, 10%, 15%, dan 20% pada conventional castable high alumina yang telah dibuat oleh manufaktur. Spesimen dicampur, dicetak, curing, dikeringkan, dan dibakar pada temperatur 1100°C, kemudian dilakukan pengamatan visual, pengujian densitas, penyerapan air, porositas, permanent linear change (PLC), kuat tekan, kuat lentur, serta karakterisasi SEM-EDS dan XRD. Pengujian sifat fisis dan dimensi mengacu pada ASTM C20 dan ASTM C113, sedangkan pengujian mekanis mengacu pada ASTM C133. Hasil menunjukkan bahwa penambahan silica flour menurunkan densitas dari 2,00 g/cm³ pada 0% menjadi 1,89 g/cm³ pada 20% dan menghasilkan pemuaian maksimum +0,19% pada 15%, dari penyusutan −0,09% pada 0%. Nilai CCS meningkat dari 13,80 MPa pada 0% menjadi 20,04 MPa pada 20%, sedangkan MOR meningkat dari 3,39 MPa menjadi 5,59 MPa. Perubahan morfologi dan peningkatan kandungan Si pada SEM EDS, bersama perubahan fasa anorthite berdasarkan XRD, menunjukkan terbentuknya fasa hasil reaksi yang berkaitan dengan peningkatan sifat mekanis. Variasi 15% dipilih sebagai titik optimum karena memberikan keseimbangan sifat fisis, mekanis, dan stabilitas dimensi, dengan kandungan quartz 7,6% dan PLC +0,19%.
Kata kunci: High Alumina Conventional Castable, Silica Flour, Under Fired, Anorthite, Sifat Mekanis.
Tidak tersedia versi lain