Text
Analisis Beban Kerja Divisi Produksi Menggunakan Metode Full Time Equivalent (FTE) untuk Menentukan Kebutuhan Tenaga Kerja pada Home industry Xspeed Motopart
Penelitian ini dilakukan pada home industry Xspeed Motopart yang bergerak di bidang manufaktur komponen sepeda motor. Permasalahan yang terjadi adalah adanya ketidakseimbangan beban kerja antar operator yang disebabkan oleh perbedaan jumlah aktivitas pekerjaan pada setiap proses produksi. Kondisi tersebut memengaruhi pencapaian target produksi serta menyebabkan adanya operator yang mengalami kelebihan maupun kekurangan beban kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat beban kerja yang diterima oleh setia operator serta menentukan kebutuhan tenaga kerja yang optimal berdasarkan perhitungan beban kerja. Metode yang digunakan adalah Full Time Equivalent (FTE). Data diperoleh melalui pengukuran langsung menggunakan stopwatch. Pegolahan data meliputi perhitungan waktu siklus, waktu normal berdasarkan rating factor, waktu baku allowance sebesar 10%, waktu kerja efektif, serta nilai FTE setiap operator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa operator cutting memiliki nilai FTE sebesar 1,07 yang termasuk dalam kategori normal, operator CNC sebesar 1,38 yang termasuk dalam kategori overload, dan operator QC sebesar 0,76 yang termasuk dalam kategori underload. Secara matematis kebutuhan tenaga kerja dibulatkan menjadi empat operator. Sebagai alternatif penambahan tenaga kerja, dilakukan redistribusi lima pekerjaan pendukung dari operator CNC kepada operator QC sebesar 0,24808 FTE. Setelah redistribusi, nilai FTE operator cutting tetap sebesar 1,07, operator CNC menurun menjadi 1,14 dan operator QC meningkat menjadi 1,01 sehingga seluruh operator berada dalam kategori normal. Dengan demikian redistribusi pekerjaan dapat meningkatkan keseimbangan beban kerja antar operator.
Kata kunci: beban kerja, Full Time Equivalent (FTE), waktu kerja, home industry.
Tidak tersedia versi lain