Text
Pembuatan Base Frame pada Mini Floor Crane Kapasitas Angkut 500Kg
Kegiatan pengangkatan dan pemindahan material di industri manufaktur skala kecil menengah maupun bengkel merupakan pekerjaan yang tidak dapat dihindari. Keterbatasan ruang kerja menjadi hambatan penggunaan hoist crane konvensional, sehingga pemindahan sering dilakukan secara manual. Metode angkat manual yang tidak tepat berisiko menyebabkan gangguan muskuloskeletal (Musculoskeletal Disorders/MSDs) pada operator, hingga terhambatnya produktivitas operasional. Bengkel Jurusan Teknik Manufaktur Politeknik Manufaktur Bandung menghadapi permasalahan serupa akibat keterbatasan alat angkut mobile yang berdampak pada produktivitas operasional. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dibuat mini floor crane mobile berkapasitas 500 kg yang menggabungkan mekanisme hoist crane dan handlift. Penulisan ini berfokus pada pembuatan base frame sebagai fondasi utama konstruksi alat. Material utama yang digunakan dalam pembuatan base frame adalah besi hollow square 100 mm x 100 mm x 3 mm dan besi UNP 100 mm x 50 mm x 5 mm sebagai dudukan roda. Proses pembuatan base frame meliputi estimasi waktu, estimasi biaya, proses pemesinan dan proses fabrikasi seperti cutting wheel (chop saw), gerinda tangan, frais dan drilling. Metode assembly menggunakan permanen dan semi permanen. Metode permanen menggunakan pengelasan SMAW, sedangkan metode semi permanen menggunakan baut dan mur. Proses yang terakhir adalah proses uji fungsi dengan beban rentang 153,4 kg sampai dengan 1.595,12 kg dengan hasil tidak ada kerusakan pada sambungan dan kontruksi base frame.
Kata kunci: base frame, mini floor crane, besi hollow square, fabrikasi, pemesinan, estimasi biaya, estimasi waktu
Tidak tersedia versi lain