Text
Analisis Pengaruh Variasi Orientasi Serat 0°, ±45°, dan 90° terhadap Kekuatan Tarik Komposit Serat Bambu dengan Metode Hand lay-up untuk Aplikasi Komponen Interior Mobil Listrik
Perkembangan material komposit berbasis serat alam semakin meningkat karena memiliki massa yang ringan, ramah lingkungan, dan berpotensi digunakan sebagai alternatif material interior otomotif. Serat bambu tali (Gigantochloa apus) memiliki sifat mekanik yang cukup baik sehingga berpotensi digunakan sebagai penguat komposit untuk aplikasi komponen interior mobil listrik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh orientasi serat terhadap kekuatan tarik komposit serat bambu epoxy. Pembuatan komposit dilakukan menggunakan metode hand lay-up dengan resin epoksi sebagai matriks dan serat bambu tali sebagai penguat. Serat bambu diberi perlakuan alkali menggunakan larutan NaOH 5% selama 2 jam. Variasi orientasi serat yang digunakan yaitu 0°, 90°, dan ±45°. Pengujian yang dilakukan meliputi uji tarik ASTM D3039, pengujian densitas ASTM D792, dan pengamatan mikrostruktur menggunakan mikroskop optik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orientasi serat mempengaruhi kekuatan tarik komposit. Orientasi serat searah pembebanan menghasilkan kekuatan tarik yang lebih tinggi dibandingkan orientasi lainnya. Pengamatan mikrostruktur menunjukkan bahwa distribusi serat, ikatan fiber–matriks, dan keberadaan void mempengaruhi sifat mekanik komposit yang dihasilkan. Komposit serat bambu epoxy berpotensi digunakan sebagai material alternatif komponen interior mobil listrik.
Kata kunci; komposit bambu, orientasi serat, kekuatan tarik, hand lay-up, interior otomotif
Tidak tersedia versi lain