Text
Retrofit Sistem Kendali Axis Mesin CNC Milling EMCO TU-3A
Mesin CNC Milling EMCO TU-3A di Politeknik Manufaktur Bandung sudah lama tidak dapat dioperasikan karena controller asli GSK 928 MA dan motor stepper penggeraknya rusak, sementara suku cadang penggantinya sudah tidak diproduksi. Tetapi dari struktur mekanik mesin masih layak pakai, sehingga pembaruan sistem kendali dinilai sebagai solusi yang lebih rasional dibanding penggantian unit secara keseluruhan. Pembaruan tersebut dikenal dengan istilah retrofit, yaitu proses pembaruan sistem kendali suatu mesin dengan menggantikan komponen elektronik dan kendali yang sudah usang menggunakan teknologi terkini, tanpa mengubah struktur mekanik utamanya. Proyek akhir ini mengerjakan retrofit sistem kendali axis dengan mengganti controller lama menggunakan controller SZGH CNC990MDb-3, tiga unit AC servo motor SZGH-06020DC, dan servo driver SZGH-SD2004, meliputi identifikasi kondisi mesin, perencanaan ulang sistem kendali, pemasangan komponen, konfigurasi parameter, hingga pengujian akurasi gerak sumbu. Hasil pengujian menunjukkan retrofit berhasil mengembalikan mesin ke kondisi operasional dengan penyimpangan maksimum sumbu X, Y, dan Z masing-masing 0,01 mm, enam tahap pengujian eksekusi G-code seluruhnya berjalan tanpa alarm, dan deviasi tegangan tertinggi 2,85% dari nominal, masih di bawah batas ±10% PUIL 2011. Fitur max travel pada controller juga memungkinkan pembatasan lintasan sumbu tanpa limit switch fisik. Biaya retrofit sebesar Rp20.691.000 berhasil mengembalikan mesin CNC Milling EMCO TU-3A ke kondisi operasional penuh dengan akurasi gerak sumbu 0,01 mm, termasuk pada pergerakan ketiga sumbu secara simultan melalui interpolasi melingkar dan helikal. Sehingga mesin dapat kembali digunakan untuk mendukung kegiatan praktikum mahasiswa di Politeknik Manufaktur Bandung.
Kata kunci: Retrofit, CNC Milling EMCO TU-3A, SZGH CNC990MDb-3, AC servo motor, sistem kendali.
Tidak tersedia versi lain