Text
Polimerisasi In-situ Polianilin pada Gun Arabic sebagai Bahan Pengikat Anoda Silikon pada Baterai Lithium-ion
Perkembangan baterai lithium-ion mendorong kebutuhan material anoda berkapasitas tinggi, silikon memiliki kapasitas teoritis yang jauh lebih besar dibandingkan grafit, tetapi mengalami ekspansi volume selama lithiation dan delithiation yang dapat menyebabkan degradasi struktur elektroda dan penurunan kinerja. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penambahan polianilin pada gum arabic sebagai bahan pengikat anoda silikon terhadap karakteristik gugus fungsi, morfologi, komposisi unsur, dan karakteristik elektrokimia. Gum arabic dimodifikasi melalui polimerisasi in-situ polianlin dengan variasi GA:PANI 90:10, 80:20, dan 70:30 elektroda dibuat menggunakan komposisi Si : super P : binder sebesar 80:10:10, dilapiskan pada foil tembaha dengan teknik doctor blade, kemudian dirakit dalam konfigurasi setengah sel. Karakterisasi dilakukan menggunakan Fourier Transform infrared (FTIR), Scenning Elctron Microscopy (SEM), dan Energy Dsipersive Spectroscopy (EDS), serta Electrochemical Impedance Spectroscopy (EIS). Hasil FTIR menunjukan keberadaan gugus fungsi yang berasal dari gum arabic dan polianlin pada seluruh variasi. Hasil pengujian SEM menunjukan perubahan morfologi permukaan akibat perbedaan komposisi polianilin, sedangkan EDS mengonfirmasi keberadaan unsur Si, C, dan O pada elektroda. Hasil EIS menunjukan nilai resistansi transfer muatan (Rct) sebesar 5244 pada 100% GA, 1326 pada GA:PANI 90:10, 1056 pada GA:PANI 80:20, dan 1333 pada GA:PANI 70:30. Variasi GA:PANI 80:20 memiliki nilai Rct terendah sehingga menunjukan karakteristik transfer muatan yang lebih rendah antara variasi yang di uji.
Kata kunci: anoda silikon, gum arabic, polianilin, bahan pengikat, baterai lithium-ion
Tidak tersedia versi lain