Text
Perancangan Sistem Pengendalian Biaya Material pada Industri Engineer-To-Order Studi Kasus PT X
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya variansi biaya pengadaan material yang mencapai 209% antara estimasi awal di departemen Engineering dan realisasi pembelian di departemen Purchasing pada PT X yang menerapkan sistem manufaktur Engineer-to-Order (ETO). Keterbatasan akses staf Engineering terhadap sistem informasi utama (SAP) menyebabkan penentuan harga dilakukan berdasarkan asumsi, sehingga realisasi anggaran melebihi estimasi yang telah ditetapkan. Selain itu, penggunaan jalur komunikasi tidak resmi mengakibatkan proses persetujuan tidak memiliki rekam jejak yang jelas. Penelitian ini bertujuan merancang sistem pengendalian biaya material berbasis End-User Computing (EUC) sebagai instrumen penjembatan data (Data Bridging Tool) dengan menggunakan kerangka kerja DMAIC. Analisis dilakukan melalui perbandingan parameter operasional sebelum dan sesudah implementasi untuk mengukur efektivitas perbaikan secara objektif. Solusi teknis yang dikembangkan meliputi fitur pencarian harga berbasis ekstraksi data SAP ZMM19, validasi input data untuk mencegah kesalahan, peringatan dini visual (indikator hijau dan merah) saat anggaran menyentuh batas 64%, serta notifikasi otomatis untuk mencegah pembelian barang ganda. Hasil implementasi pada delapan proyek aktual menunjukkan bahwa pada kondisi operasional normal, sistem berhasil menekan variansi biaya material hingga berada dalam batas toleransi ≤ 5%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa mekanisme penjembatan data tersebut efektif dalam meningkatkan pengawasan anggaran dan ketertiban administrasi sejak fase perencanaan awal, dengan efisiensi implementasi tanpa kebutuhan investasi infrastruktur IT tambahan.
Kata kunci: Engineer-to-Order, DMAIC, Variansi Biaya, Data Bridging Tool, End-User Computing.
Tidak tersedia versi lain