Text
Perancangan Model Bisnis pada Produk Mesin CNC Politeknik Manufaktur Bandung untuk Menembus Pasar SMK
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keterbatasan penetrasi pasar mesin CNC KHD 40E Politeknik Manufaktur Bandung akibat ketidakselarasan model bisnis “jual putus” dengan realitas pasar pendidikan vokasi. Tujuan penelitian adalah merancang ulang model bisnis yang lebih adaptif terhadap kebutuhan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan regulasi pemerintah. Penelitian menggunakan
metode kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data primer melalui wawancara mendalam dengan dosen operasional, divisi bisnis Polman, mitra strategis, dan empat SMK target pelanggan, serta data sekunder berupa dokumen regulasi, laporan internal, dan literatur akademik. Analisis dilakukan dengan kerangka eksternal (PESTEL, Porter’s Five Forces, Strategic Group, Value Proposition Canvas) dan internal (VRIO, Value Chain, Marketing Mix 7P), yang kemudian disintesis melalui SWOT dan TOWS. Hasil evaluasi kondisi eksisting menunjukkan rendahnya skalabilitas produksi (3 unit dalam 4 tahun), ketergantungan rantai pasok pada satu mitra, serta gap finansial ekstrem antara harga mesin Rp600–700 juta dengan daya beli SMK. Hasil analisis menegaskan peluang strategis melalui kapitalisasi TKDN sebagai keunggulan untuk pasar B2G, penerapan strategi orientasi layanan dengan paket solusi kompetensi terintegrasi, serta inovasi produk dan finansial melalui varian mesin downsizing dan skema leasing. Penelitian ini menghasilkan rancangan Business Model Canvas baru yang menekankan pemisahan segmen pelanggan, proposisi nilai terpadu, diversifikasi arus pendapatan, serta rencana aksi strategis untuk keberlanjutan komersialisasi mesin CNC Polman.
Kata kunci: Mesin CNC, SWOT, Business-to-Government (B2G),Business Model Canvas
Tidak tersedia versi lain