Text
Evaluasi dan Perancangan Ulang Mesin Pengiris Porang dengan Ketebalan Hasil Irisan Basah Maksimum 4mm
Mesin pengiris porang hasil P2MD di Desa Pancurendang, Kabupaten Majalengka, masih memiliki kendala operasional seperti umbi memantul di hopper, percikan getah mengenai operator, irisan tersangkut pada slider output, dan belum adanya pengatur ketebalan, sehingga hasil irisan tidak seragam dan sering ditolak pengepul karena tidak memenuhi SNI 7939:2020 (maksimum 3 mm). Penelitian ini bertujuan mengoptimasi rancangan mesin menggunakan metodologi optimasi Jasbir S. Arora, meliputi evaluasi kondisi eksisting hingga perancangan ulang hopper, slider output, poros transmisi, dan mekanisme pengatur ketebalan. Validasi dilakukan melalui perhitungan manual, simulasi FEA (SolidWorks), dan eksperimen pengeringan. Hasil menunjukkan sistem penahan pada hopper menstabilkan posisi umbi dan melindungi operator, perbaikan geometri slider memperlancar aliran irisan, serta mekanisme pengatur ketebalan mampu mengatur 1-4 mm. Simulasi FEA menunjukkan tegangan Von Mises 96,40 MPa dengan Factor of Safety 5,50-7,07 (aman), dan irisan basah 4 mm menghasilkan chips kering 3 mm sesuai SNI. Rancangan optimasi berhasil meningkatkan keseragaman ketebalan irisan, keselamatan operator, dan kekuatan struktur mesin.
Kata kunci: mesin pengiris porang, optimasi perancangan, SNI 7939:2020, Finite Element Analysis, ketebalan irisan
Tidak tersedia versi lain