Text
Perancangan Prototipe Timbangan Duduk Medis Berbasis Antropometri Populasi Indonesia untuk Pasien dengan Keterbatasan Mobilitas di Fasilitas Kesehatan Indonesia
Pengukuran berat badan merupakan parameter klinis penting dalam pelayanan kesehatan, namun pasien dengan keterbatasan mobilitas menghadapi hambatan dalam proses penimbangan karena ketidaktersediaan alat yang aksesibel. Hasil observasi di Unit Hemodialisis RSUD Kota Tasikmalaya menunjukkan bahwa fasilitas hanya memiliki timbangan berdiri konvensional, sementara produk chair
scale komersial memiliki harga yang tidak terjangkau bagi sebagian besar fasilitas kesehatan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk merancang timbangan duduk medis bagi pasien dengan keterbatasan mobilitas berdasarkan data antropometri Indonesia yang memenuhi persyaratan akurasi, kekuatan struktur, keamanan fungsional, serta memiliki harga jual yang lebih ekonomis dibandingkan dengan produk komersial. Perancangan dilakukan menggunakan metode pengembangan produk Ulrich dan Eppinger yang mencakup perencanaan, pengembangan konsep, desain sistem, desain detail, integrasi sistem, serta pengujian dan penyempurnaan. Dimensi geometris dirancang berdasarkan data antropometri populasi Indonesia mengacu pada Chuan dkk. (2010). Analisis kekuatan struktur dilakukan secara analitik menggunakan metode fungsi singularitas dan diverifikasi melalui simulasi finite element analysis (FEA). Sistem pengukuran menggunakan load cell CZL601
dengan modul HX711 dan mikrokontroler Arduino UNO. Pengujian kinerja mengacu pada OIML R 76-1:2006, meliputi uji linieritas, eksentrisitas, dan repeatabilitas. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem pengukuran memiliki linieritas sangat baik dengan nilai R² = 0,999995, nilai CV repeatabilitas sebesar 0,031% yang jauh di bawah ambang 0,5%, serta error pengukuran yang berada dalam batas maximum permissible error (MPE) Kelas III untuk 9 dari 10 titik beban yang diuji. Hasil uji usability menggunakan metode SUS menunjukkan rata-rata skor 99,50 yang melampaui batas penerimaan 70 dan masuk kategori Best Imaginable. Uji ergonomi terhadap enam responden yang mewakili persentil P5, P50, dan P95 menunjukkan seluruh aspek memenuhi kriteria penerimaan. Estimasi harga jual produk sebesar Rp6.083.185 atau sekitar 62–89% lebih rendah dibandingkan produk chair scale komersial sejenis, menunjukkan potensi keterjangkauan yang signifikan bagi fasilitas kesehatan di Indonesia.
Kata kunci: Timbangan Duduk Medis, Antropometri Indonesia, Keterbatasan Mobilitas, OIML R 76-1, Usability.
Tidak tersedia versi lain