Text
Pengembangan Desain Produk Alat Pengganjal Mulut (Bite Block) Keperluan Dokter Gigi Umum Berbasis Data Antropometri Populasi Dewasa
Bite block merupakan alat bantu kedokteran gigi yang digunakan untuk mempertahankan posisi mulut terbuka selama prosedur perawatan berlangsung. Produk Bite block yang tersedia di pasaran belum dirancang berdasarkan data antropometri intraoral populasi Indonesia, sehingga berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan dan ketidaksesuaian dimensi pada pasien saat digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan rancangan Bite block yang ergonomis dan sesuai dengan karakteristik anatomi pasien dewasa Indonesia. Proses perancangan mencakup lima tahap, yaitu Planning, Concept Development, System-Level Design, Detail Design, dan Testing and Refinement. Kebutuhan pengguna diidentifikasi melalui wawancara dan survei dengan dokter gigi umum, kemudian ditransformasikan ke dalam spesifikasi teknis menggunakan House of Quality. Dimensi sisi kontak produk ditetapkan berdasarkan data antropometri gigi populasi dewasa Indonesia, dan bite height ditetapkan melalui pendekatan multi-kriteria konvergensi berbasis data Maximum Mouth Opening, zona kenyamanan otot rahang, keamanan biomekanik TMJ, dan keamanan jalan napas. Material yang dipilih adalah Medical-Grade Silicone Shore A 40 tersertifikasi ISO 10993-1. Validasi rancangan dilakukan melalui simulasi struktural, dan validasi prototype melalui pengujian usability dan ergonomi yang melibatkan dokter gigi umum dan responden dewasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rancangan yang dihasilkan memenuhi seluruh daftar tuntutan yang ditetapkan dan dapat diterima dari sisi usability maupun ergonomi.
Kata kunci: Bite block, antropometri gigi, Maximum Mouth Opening, metodologi Ulrich, System Usability Scale
Tidak tersedia versi lain