Text
Pembuatan Alat Bantu Pencekaman Benda Kerja Khusus pada Proses Bubut
Proses pembubutan material yang memiliki diameter besar namun berukuran pendek sering kali menghadapi kendala dalam hal pencekaman di bengkel manufaktur. Metode pencekaman konvensional yaitu penggunaan collet tidak dapat digunakan karena adanya batasan diameter maksimal. Sementara itu, metode between center terhalang oleh keterbatasan ukuran lathe dog dan material menjadi tidak dapat dibubut keseluruhan, dan penggunaan chuck (rahang) berisiko merusak permukaan benda kerja serta membatasi ruang gerak pemotongan. Untuk mengatasi masalah tersebut, proyek akhir ini bertujuan untuk membuat sebuah alat bantu pencekaman yang mampu mengatasi kendala yang dihadapi dalam pengerjaan benda kerja berdiameter 40÷80 mm dengan pendek 20÷50 mm pada mesin bubut Geede Weiler MLZ-250 G. Rangkaian kegiatan ini dimulai dari tahap perancangan desain. Setelah desain selesai, proses dilanjutkan ke tahap permesinan yang meliputi pengerjaan menggunakan mesin bubut, mesin frais, dan mesin gerinda silinder. Selanjutnya, dilakukan proses fabrikasi berupa heat treatment (perlakuan panas) dan diakhiri dengan tahap pengujian. Selain proses manufaktur dan pengujian fisik, dilakukan pula analisis terhadap estimasi waktu pengerjaan serta rincian estimasi biaya produksi guna mengevaluasi tingkat efisiensi dan kelayakan ekonomis dari pembuatan alat pencekaman tersebut. Seluruh rangkaian proses ini dilaksanakan di fasilitas Bengkel Permesinan Dasar Politeknik Manufaktur Bandung. Tahap Pengujian Kelayakan Fungsional terhadap perangkat alat pencekaman telah dilaksanakan secara menyeluruh dan diselesaikan dengan baik. Evaluasi operasional ini dilakukan melalui serangkaian tahapan pembubutan, yang meliputi penyesuaian kedalaman potong. Secara fungsional, hasil pengujian menunjukkan bahwa alat mampu beroperasi dengan sangat stabil, proses pencekaman bekerja optimal tanpa memunculkan indikasi slip maupun getaran berlebih selama proses permesinan berlangsung. Alat ini diharapkan dapat langsung diimplementasikan secara nyata di Bengkel Permesinan Dasar Politeknik Manufaktur Bandung. Semoga inovasi alat bantu ini mampu memberikan solusi praktis dalam menangani proses pencekaman material pendek berdiameter besar, serta dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh rekan-rekan mahasiswa guna mendukung kelancaran kegiatan praktikum permesinan maupun pengembangan proyek manufaktur di masa mendatang.
Kata kunci: Poros Pembawa, Mur Pengunci, Alat Pencekaman, Proses Permesinan.
Tidak tersedia versi lain