Text
Implementasi Sistem Hidrolik pada Gerobak Dorong untuk Mendukung Pemindahan Material di Unit Foundry Menggunakan Dongkrak Botol 2 Ton dengan Kapasitas Operasional
Aktivitas pemindahan material pasir cetak di unit foundry selama ini masih dilakukan secara manual menggunakan gerobak dorong konvensional beroda satu yang menuntut tenaga fisik besar dari operator, berisiko menimbulkan cedera muskuloskeletal (Musculoskeletal Disorders / MSDs), serta berpotensi menimbulkan tumpahan material akibat konstruksi yang tidak stabil. Karya Tulis Ilmiah ini bertujuan untuk: (1) menjelaskan proses fabrikasi dan pemasangan sistem dongkrak botol pada gerobak dorong hidrolik; (2) mengetahui estimasi waktu dan biaya pembuatan; serta (3) menguji kinerja operasional alat dalam mengangkat dan memindahkan material pasir di bengkel foundry. Perancangan memanfaatkan prinsip Hukum Pascal melalui integrasi dongkrak botol (bottle jack) hidrolik berkapasitas 2 ton sebagai aktuator pengangkat bak gerobak. Material sasis menggunakan baja karbon rendah ST37 yang difabrikasi melalui proses pemotongan (gerinda tangan), pengelasan SMAW, dan pengeboran. Berdasarkan hasil perhitungan, volume bak gerobak sebesar ±37,1 liter mampu menampung material pasir cetak (greensand) dengan massa ±59,2 kg secara teoritis. Berdasarkan hasil pengujian operasional, gerobak mampu mengangkat beban hingga 80 kg, sehingga nilai tersebut ditetapkan sebagai kapasitas operasional maksimum yang telah divalidasi, dengan safety factor sebesar ±9,02 terhadap kapasitas dongkrak 2 ton. Total waktu fabrikasi keseluruhan adalah 121,46 menit (±2,02 jam) dengan total biaya pembuatan sebesar Rp2.595.510 termasuk biaya overhead 20%. Pengujian operasional secara komparatif menunjukkan bahwa gerobak dorong hidrolik lebih unggul dibandingkan gerobak konvensional pada 5 dari 6 aspek yang diujikan, meliputi kapasitas beban, kemudahan operasional, efisiensi tenaga dan ergonomi, stabilitas alat, serta keamanan dan keselamatan kerja. Adapun keterbatasan yang teridentifikasi adalah kecepatan pengosongan yang lebih lambat dibandingkan gerobak konvensional, dengan rata-rata waktu angkat sebesar 71 detik dan rata-rata 58,25 kali pompaan per siklus, akibat karakteristik dongkrak botol manual yang menghasilkan kenaikan piston kecil per stroke. Meskipun demikian, implementasi sistem hidrolik berpotensi mengurangi beban fisik operator dan meminimalisasi risiko cedera MSDs pada kegiatan dumping material di unit foundry.
Kata kunci: gerobak dorong hidrolik, dongkrak botol, material handling, foundry, ergonomi, fabrikasi, SMAW
Tidak tersedia versi lain