Text
Analisis Perbandingan Laju Keausan Material High Chromium White Cast Iron dan NI-HARD 4 Hasil Coran dan Perlakuan Panas pada Blade Mesin ShotBlast
Komponen blade pada mesin shotblast rentan terhadap kerusakan akibat kombinasi mekanisme abrasi dan erosi selama operasi pelemparan steel shot. Material eksisting Ni-Hard 4 (ASTM A532 Class I Type D) di Unit Pengecoran Logam Polman Bandung dinilai belum optimal karena sering mengalami kegagalan prematur akibat keterbatasan persentase Carbide Volume Fraction (CVF) yang kurang padat untuk melindungi matriks. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis laju keausan serta umur pakai antara material Ni-Hard 4 dengan High Chromium White Cast Iron (ASTM A532 Class III Type A) dalam kondisi pasca-perlakuan panas. Metode penelitian dilakukan secara eksperimental, spesimen blade dibuat dengan pengecoran pasir, yang dilanjutkan dengan proses perlakuan panas. Validasi material melalui pengujian komposisi kimia (OES), kekerasan (HRC), dan analisis struktur mikro menggunakan mikroskop optik. Pengujian laju keausan melalui uji lapangan pada mesin shotblast dengan durasi 10 jam untuk menghitung laju kehilangan volume. High Cr WCI pasca-perlakuan panas menghasilkan kekerasan rata-rata 54,5 HRC dengan laju keausan sebesar 26,32 mm³/jam, sedangkan Ni-Hard 4 hasil coran penelitian menghasilkan kekerasan 40,3 HRC dengan laju keausan 94,16 mm³/jam, rasio ketahanan aus 3,6 kali lipat lebih tinggi pada High Cr WCI, didukung fraksi volume karbida eutektik M7C3 berdasarkan komposisi aktual (30,3% berbanding 26,8%). Sebagai validasi tambahan, pengujian kekerasan terhadap blade Ni-Hard 4 existing pada lini produksi Polman Bandung menunjukkan rata-rata 57,66 HRC, lebih tinggi dari spesimen Ni-Hard 4 penelitian ini dan bahkan melampaui High Cr WCI, mengindikasikan bahwa rendahnya kekerasan spesimen Ni-Hard 4 penelitian ini lebih disebabkan oleh tidak optimalnya proses perlakuan panas dibandingkan batasan material itu sendiri. Proyeksi umur pakai hingga batas kritis keausan 20% menunjukkan High Cr WCI mampu bertahan hingga 1.150,5 jam, dibandingkan 317,8 jam pada Ni-Hard 4 hasil coran penelitian. Penelitian ini menyediakan basis data kuantitatif laju keausan dan umur pakai kedua material pada kondisi terkontrol, sekaligus mengidentifikasi kebutuhan validasi lanjutan terhadap performa Ni-Hard 4 kondisi produksi standar sebelum rekomendasi substitusi material dapat ditetapkan secara definitif.
Kata kunci: Blade Mesin Shotblast, Laju Keausan, High Chromium White Cast Iron, Ni-Hard 4, ASTM A532, Umur Pakai.
Tidak tersedia versi lain